Breaking News:

Berita Video

Video Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang Gelar Donor Darah

Nilai ekspor bidang pertanian dan kehutanan Jawa Tengah capai Rp 50 miliar hingga Rp 120 miliar setiap hari.

Penulis: budi susanto | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang gelar donor darah.

Nilai ekspor bidang pertanian dan kehutanan Jawa Tengah capai Rp 50 miliar hingga Rp 120 miliar setiap hari.

Hal itu membuat Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, memperoleh penghargaan dalam ajang Hari Bakti Tani yang digelar Kementan.

Dalam ajang tersebut Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang menjadi juara I gerakan tiga kali ekspor Jawa Tengah.

Guna menyambut prestasi sekaligus memperingati Hari Karantina Pertanian ke 144 tahun, Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang menggelar sejumlah acara.

Selain mengadakan donor darah, bakti sosial, Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang juga menggelar Bimtek, untuk memberikan apresiasi kepada pengusaha ekspor yang sudah menyumbang capaian perdagangan luar negeri.

Diterangkan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Parlin Robert Sitanggang, untuk donor darah, Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang menargetkan 100 kantong darah.

“Kalau target nasional di Hari Karantina Pertanian ke 144 mencapai 1.400 kantong darah,” katanya saat ditemui Tribunjateng.com di Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Jumat (8/10/2021).

Menyoal juara I dalam hal ekspor tiga kali, Parlin menerangkan, beberapa daerah di Jawa Tengah sangat berperan dalam hal penilaian yang dilakukan oleh tim Kementan.

“Seperti Kabupaten Semarang, lalu Cilacap dan Brebes sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Tengah,” paparnya.

Ia mengatakan capaian nilai ekspor Jawa Tengah tergolong baik, dengan target Rp 50 miliar hingga Rp 120 miliar setiap hari.

“Di tengah pandemi target tersebut dapat tercapai, dan nilai tersebut keluar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang setiap hari,” ucapnya.

Ia menuturkan, bidang paling besar yang menyumbang nilai ekspor yaitu pertanian dan kehutanan.

“Ada pula sektor tanaman pangan, peternakan, perkebunan, hortikultura, serta kehutanan atau kayu. Petani milenial juga sangat berperan terhadap capaian tersebut seperti di wilayah Kopeng,” imbuhnya.

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved