Breaking News:

Berita Semarang

Alasan Korban Kekerasan Seksual Tak Lapor Polisi, Ada Relasi Ekonomi & Tak Tahu Caranya

Data LBH APIK Semarang, pengaduan kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2020 sebanyak 50 kasus, sedangkan di tahun 2021 hingga bulan Juni 202

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG
Raden Rara Ayu Hermawati Sasongko, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan ayah terhadap tiga anaknya di Polres Luwu Timur Polda Sulsel sempat viral di media sosial.

Kasus tersebut mengingatkan masyarakat bahwa mayoritas pelaku aksi kekerasan seksual adalah orang terdekat korban.

"Iya betul para pelaku kekerasan seksual mayoritas adalah orang terdekat korban sebagai relasi dengan korban antara lain kakek, paman, tetangga, ayah kandung, dan ayah tiri korban," ucap Direktur LBH APIK Semarang Raden Rara Ayu Hermawati Sasongko, kepada Tribunjateng.com, Sabtu (9/10/2021).

Data LBH APIK Semarang, pengaduan kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2020 sebanyak 50 kasus, sedangkan di tahun 2021 hingga bulan Juni 2021 ini tercatat sebanyak 35 kasus.

Para pelaku adalah orang terdekat korban sebagai relasi dengan korban.

Tak semua kasus kekerasan seksual tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian, Ayu menyebut, LBH APIK Semarang di tahun 2020 menerima pengaduan dari paralegal LBH APIK Semarang bahwa ada dua kasus kekerasan seksual terhadap anak hingga korban mengalami kehamilan yang dilakukan oleh orang terdekat korban yaitu tetangga korban.

Akan tetapi kasus tersebut tidak dilaporkan oleh pihak kepolisian.

Kasus pertama karena alasan keluarga korban saat itu tidak melakukan pelaporan ke kepolisian karena relasi ekonomi keluarga korban terhadap keluarga pelaku.

"Keluarga korban secara ekonomi termasuk miskin sehingga tidak mempunyai rumah untuk bertempat tinggal dan selama ini keluarga korban tinggal di tanah yang menjadi hak milik keluarga pelaku," tuturnya.

Sedangkan kasus kedua, lanjut dia, faktor yang membuat keluarga korban tidak melakukan pelaporan karena keluarga korban saat itu tidak mengetahui harus melakukan hal apa dan melakukan pelaporan ke siapa mengenai kejadian yang dialami korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved