Breaking News:

Guru Berkarya

Asyiknya Bermain Peran dalam Pembelajaran Matematika

Penanaman konsep bagi peserta didik bertujuan agar pengalaman belajar dapat terekam secara otomatis menempel pada otak mereka sampai kapanpun.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Supeno SPdSPd, Guru SDN Pakis Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati 

Oleh: Supeno SPdSD, Guru SDN Pakis Kec Tambakromo Kab Pati

PENANAMAN konsep yang lebih mengena pada peserta didik sangatlah penting. Penanaman konsep bagi peserta didik bertujuan agar pengalaman belajar dapat terekam secara otomatis menempel pada otak mereka sampai kapanpun. Penanaman konsep diharapkan juga dapat di jadikan bekal hidup dan dapat diterapkan dalam bermasyarakat. Seringkali penanaman konsep menemukan permasalahan dalam penerapannya. Peserta didik cenderung bermalas-malasan dapat menerima pembelajaran yang bersifat konseptual, terlebih pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit, membosankan dan menakutkan. Guru per;u hadir dan menawarkan proses pembelajaran terutama matematika agar lebih berwarna. Proses pembelajaran perlu dilakukan secara atraktif dan kreatif. Anak diberikan posisi yang optimal untuk dapat mengembangkan pembelajaran.

Penerapan itu sangat bergantung pada strategi, model, dan metode pembelajaran yang di terapkan oleh guru. Banyak sekali metode dan media belajar yang dapat kita terapkan, sehingga proses belajar peserta didik lebih menyenangkan dan lebih bermakna. Proses, strategi, dan kemasan bahan pelajaran sangat berpengaruh dalam pembelajaran, terutama dalam proses penanaman konsep kepada peserta didik. Metode pembelajaran juga dapat mempengaruhi minat dan motivasi peserta didik mengikuti pembelajaran. Menurut Sudjana (2005) metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.

Metode bermain peran atau role playing adalah berperan atau memainkan peranan dalam dramatisasi masalah sosial atau psikologis. Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang di gunakan unutk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandangan dan cara berfikir orang lain (Depdikbud, 1964:171).

Guru menerapkan metode bermain peran dalam pembelajaran Matematika dalam materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Kedengarannya mungkin aneh, bermain peran dalam belajar matematika. Hal pertama yang guru lakukan adalah membuat garis bilangan di lantai kelas atau bisa juga di halaman sekolah atau lapangan. Kemudian kita buat kesepakatan dengan peserta didik tentang aturan permainan ini bagi peserta didik yang praktek atau bermain. Aturanya adalah jika bilangannya positip maka peserta didik menghadap ke kanan, dan jika bilangannya negatif maka peserta didik menghadap ke kiri. Selanjutnya jika ditambah atau penjumlahan maka peserta didik melangkah maju, kemudian jika dikurangi atau pengurangan peserta didik melangkah mundur. Kemudian semua peserta didik bermain atau mempraktekkannya berdasarkan soal operasi penjumlahan dan pengurangan yang disiapkan oleh guru secara bergantian.

Dengan metode bermain tersebut ternyata peserta didik antusias sekali dalam mengikuti pelajaran. Ternyata konsep yang ingin kita tanamkan lebih mengena, terbukti dalam penilaian harian materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulan, 90% peserta didik mendapat nilai baik. Sebagai guru kita harus pandai-pandai mengemas materi pelajaran dengan baik, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan lebih bermakna. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved