Breaking News:

Guru Berkarya

Estafet Writing Tingkatkan Keterampilan Menulis Recount Text

Bahasa Inggris memerankan bagian yang sangat penting. Bahasa Inggris digunakan untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Krisni Sudjianti SPd, Guru SMAN 1 Petarukan Kab Pemalang 

Oleh: Krisni Sudjianti SPd, Guru SMAN 1 Petarukan Kab Pemalang

BAHASA Inggris memerankan bagian yang sangat penting. Bahasa Inggris digunakan untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah didasarkan pada teks. Untuk memahami dan menghasilkan berbagai teks, peserta didik diharuskan menguasai empat keterampilan berbahasa. Keterampilan yang harus dikuasai yaitu keterampilan menulis (writing), keterampilan berbicara (speaking), menyimak (listening), dan membaca (reading). Keempat keterampilan ini harus dilakukan secara terintegrasi. Tujuan mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah menengah adalah mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kompetensi komunikatif dalam berbagai wacana dengan menggunakan teks bahasa inggris secara lisan dan tulis. Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai yaitu menulis teks recount. Teks recount adalah sebuah teks yang menceritakan pengalaman seseorang. Kata kerja yang digunakan dalam teks recount adalah kata kerja lampau (past tense).

Namun kenyataannya, kemampuan menulis teks recount peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Petarukan masih rendah. Banyak peserta didik yang menulis teks recount belum sesuai dengan strukturnya. Peserta didik juga masih menggunakan present tense untuk menceritakan kejadian yang sudah lewat. Masalah yang lain, peserta didik banyak yang menuliskan bahasa Indonesia terlebih dahulu baru diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menggunakan google translate.

Untuk meminimalisasi kelemahan-kelemahan peserta didik, guru diharapkan memilih metode pembelajaran yang sesuai. Menurut Uno (2008:2) metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode yang dipilih untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam menulis teks recount yaitu estafet writing atau menulis berantai. Menurut Syatariah (2011:42) kegiatan menulis dengan metode estafet writing membuat siswa aktif mengembangkan daya khayalnya, berimajinasi, dan langsung menghasilkan sebuah produk. Produk yang dihasilkan berupa karya satu kelompok. Tujuan metode estafet writing agar perserta didik dapat mengasosiasikan bahwa belajar merupakan hal yang menyenangkan.

Langkah metode estafet writing yang pertama yaitu menentukan tema yang akan dibuat menjadi teks recount. Setelah tema ditentukan, peserta didik dalam kelompok itu mulai menuliskan kalimat pembuka untuk memulai teks recount. Pada akhir kalimat, peserta didik harus menuliskan namanya. Jika sudah, geser kertas kepada teman satu kelompok. Peserta didik berikutnya harus membaca terlebih dahulu secara keseluruhan agar cerita yang dibuat berkesinambungan.

Penerapan metode estafet writing dapat membangkitkan motivasi peserta didik. Metode inovatif ini melibatkan peserta didik secara berkelompok. Adanya metode estafet writing menjadikan peserta didik lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif. Aktif, karena semua peserta didik menuliskan idenya. Kreatif, peserta didik bebas berimajinasi tanpa keluar dari tema yang sudah ditentukan. Kolaboratif, peserta didik bekerja sama sehingga teks recount yang dihasilkan selaras, sesuai struktur dan kaidah kebahasaannya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved