Breaking News:

Berita Kriminal

Penyelidikan Pelecehan Seksual Pejabat Kepada Anaknya Dihentikan, Tagar #PercumaLaporPolisi Ramai

Penghentian penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual seorang pejabat daerah kepada anaknya oleh polisi banyak diperbincangkan di media sosial.

Editor: rival al manaf
DAILY MAIL
Ilustrasi pelecehan seksual bokong begal dan payudara 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penghentian penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual seorang pejabat daerah kepada anaknya oleh polisi banyak diperbincangkan di media sosial.

Warganet ramai-ramai memasang hashtag atau tanda pagar (tagar) #PercumaLaporPolisi.

Tagar itu sebagai respons publik atas atas sikap polisi yang terkesan mengabaikan kasus dugaan pemerkosaan 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Cerita Bunga Korban Kekerasan Seksual oleh Kakek Depan Rumah, Pilih Berdamai karena Alasan Ini

Baca juga: Kunci Jawaban 4 kelas 4 SD Tema 4 halaman 25, 26 dan 27

Baca juga: Polisi Hentikan Penyelidikan Pelecehan Seksual Pejabat Daerah ke Anak Kandung, Istana Angkat Bicara

Kasus pemerkosaan oleh ayah kandung ini mengemuka ke publik setelah diberitakan oleh Project Multatuli dan dipublikasikan ulang oleh Kompas.com, Jumat (8/10/2021).

Kejadian pemerkosaan itu dialami pada tahun 2019.

Meminta keadilan, sang ibu lalu mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Luwu Timur, dan Polres Luwu Timur karena berharap mendapat perlindungan.

Bukannya mendapat keadilan, kepolisian kepolisian di Luwu Timur malah menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

Penghentian itu bahkan dilakukan hanya dua bulan sejak ibu tersebut membuat pengaduan.

Belajar dari kasus tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum mengambil langkah hukum atau mengadu ke polisi.

Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera, Salawati Taher, membagikan saran apa saja yang perlu dipersiapkan korban kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, sebelum melapor ke polisi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved