Breaking News:

Guru Berkarya

Perkuat Karakter Anak Melalui Pendalaman Pancasila

Anak merupakan buah hati yang tak ternilai harganya. Segala jerih payah orang tua hanya untuk anak semata.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Widayat Spd, Guru SDN Soneyan 03 Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati 

Oleh: Sri Widayati SPd, Guru SDN Soneyan 03 Margoyoso Kab Pati

ANAK merupakan buah hati yang tak ternilai harganya. Segala jerih payah orang tua hanya untuk anak semata. Itulah kata-kata yang sering terdengar di telinga kita. Anak selain sebagai buah hati, juga sebagai generasi penerus bangsa. Yang mana nantinya akan melanjutkan mengisi kemerdekaan ini menuju Indonesia Emas. Saat ini sering anak-anak berperilaku yang kurang pantas, misalnya belum dapat menghargai sesama teman, menghormati orang tua dan guru, serta ucapan-ucapan yang tidak sopan, dan lain-lain. Anak-anak yang berperilaku kurang baik ini hampir merata di setiap sekolah. Untuk itu perlu adanya penanaman karakter yang sesuai tujuan bangsa Indonesia.

Dinamika kehidupan di Indonesia akan lebih berkembang dan tumbuh menjadi negara modern yang sejahtera apabila warganya berkarakter baik. Anak-anak sebagai generasi penerus harus dibentuk menjadi anak bangsa yang berkarakter. Melalui pemberian gizi yang cukup dan pendidikan karakter gizi yang baik akan menumbuhkan anak yang sehat, pendidikan karakter yang baik akan menciptakan anak yang berkembang dalam kebaikan yang akhirnya dapat membentuk kepribadian yang mantap menuju Indonesia Emas. Saat ini karakter anak-anak belum mencerminkan karakter leluhur bangsa Indonesia.

Anak-anak harus dibentuk karakternya sedini mungkin. Menurut Samani dan Hariyanto (2013: 45) menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga serta rasa dan karsa.

Pendidikan karakter yang tepat adalah pendidikan karakter yang mencerminkan profil pelajar Pancasila yang mencakup enam komponen, yakni pertama, Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa serta berakhlak mulia, anak mengerti moralitas, keadilan sosial, spritualitas dan berakhlak mulia yang terpenting. Kedua, berkebhinekaan global, yang mampu bertoleransi dalam kebhinekaan. Ketiga, mandiri, memiliki mindset mandiri atas dorongan dalam hatinya. Keempat, bernalar kritis, yang mampu memecahkan persoalan, berpikir kritis dan menimbang berbagai solusi dalam pemasalahan. Kelima, kreatif, berarti mempunyai kemampuan yang tidak hanya memecahkan masalah saja tetapi dapat pro aktif dalam berinovasi. Keenam, gotong royong yang mana anak harus tahu cara berkolaborasi dengan sesama (Pusmenjar). Pendidikan karakter ini ditanamkan baik di rumah maupun di sekolah, karena waktu anak-anak sebagian ada di rumah dan sebagian lagi ada di sekolah. Penguatan pendidikan karakter di sekolah salah satunya melalui mupel PPKn KD 3.1 Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menanamkan karakter profil pelajar Pancasila, anak-anak dapat terbentuk perilaku yang dapat mendukung kemajuan bangsa.

Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Karakter anak bangsa akan terbentuk melalui penguatan pendidikan karakter yang dilakukan di sekolah. Dengan keteladanan para guru dan pembiasaan perilaku yang baik seperti layaknya kata-kata bijak dari Dorothy Low Nolte. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved