Breaking News:

Berita Internasional

Taliban Gantung 3 Jasad Pelaku Kriminal di Depan Umum, Kali Ini pada Eskavator

Jasad pelaku kriminal perampokan digantung di depan umum oleh Taliban menggunakan ekskavator. Ada tiga jasad perampok yang digantung di Distrik Obe,

Editor: m nur huda
Kompas.com/Istimewa
Orang-orang berkumpul di alun-alun kota Herat di barat Afghansitan, di mana Taliban menggantung mayat terduga penculik menggunakan crane pada Sabtu, 25 September 2021. Taliban mengumumkan jasad itu digantung sebagai peringatan jika ada yang hendak berbuat jahat.(AP PHOTO/-) 

TRIBUNJATENG.COM, HERAT - Jasad pelaku kriminal perampokan digantung di depan umum oleh Taliban menggunakan ekskavator.

Ada tiga jasad perampok yang digantung di Distrik Obe, Provinis Herat, Afghanistan.

Menurut Wakil Gubernur Herat, Mawlawi Shir Ahmad Muhajir, ketiga perampok itu dibunuh setelah memasuki rumah orang lain untuk merampok.

Dikutip dari The Sun, Selasa (5/10/2021), pemandangan mengerikan tersebut pun viral di media sosial.

Terlihat jasad para perampok tersebut digantung dengan tali mengikat di lehernya dengan jarak yang cukup tinggi.

Tali juga diikatkan ke cangkul dari ekskavator yang berada di situ.

Baca juga: Taliban Gantung Mayat Penculik Pengusaha di Alun-alun Kota, Peringatan untuk Peaku Lain

Warga pun terlihat mengambil foto dari jasad tersebut, karena tubuh mereka diperlihatkan di depan umum.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran Taliban telah kembali ke cara brutal mereka, seperti saat pertama kali menguasai Afghanistan pada 1998 hingga 2001.

Padahal ketika mereka kembali memimpin Afghanistan setelah mengambil alih Kabul pada 15 Agustus lalu, Taliban menegaskan akan lebih moderat.

Penggantungan jasad perampok tersebut hanya beberapa pekan setelah jasad seseorang yang diduga penculik digantung di tengah sebuah derek, juga di Herat.

Saksi mata mengungkapkan ada empat jasad yang dibawah ke sebuah lapangan, sebelum salah satunya digantung di sebuah derek.

Sedangkan tiga jasad lainnya dipindahkan ke beberapa bagian kota untuk diperlihatkan kepada publik.
Penulis : Haryo Jati | Editor : Edy A. Putra

Sumber: KompasTV

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved