Breaking News:

Berita Semarang

29 PGOT Terjaring Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Semarang, Mayoritas Manusia Silver

Sebanyak 29 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) terjaring razia gabungan Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Semarang, Sabtu (9/10/2021).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Satpol PP Kota Semarang
  Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Semarang memberi pembinaan kepada para manusia silver usai razia, Sabtu (9/10/2021) malam.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 29 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) terjaring razia gabungan Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Semarang, Sabtu (9/10/2021) malam.

Mereka terdiri dari 14 manusia silver, 6 pengamen badut, dan 9 gelandangan. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, PGOT yang terjaring razia tidak hanya berasal dari Kota Semarang melainkan juga berasal dari luar kota.

Baca juga: Kades di Kendal Ditahan Polisi Diduga Selewengkan Dana Desa Ratusan Juta, Paguyuban Angkat Bicara

Baca juga: Anggaran Rp 24,1 Miliar Dikucurkan Untuk Perbaikan GOR Trisanja Slawi

Baca juga: Sinopsis Drakor All Round Wife Drama Terbaru Han Da Gam dan Han Sang Jin

Selain dalam rangka penegakan peraturan daerah, razia yang dilakukan juga karena adanya laporan dari warga.

"Kami tangkap mereka karena adanya aduan dari warga dan perintah pimpinan kami," ungkapnya.

Dia menyayangkan masih cukup banyak PGOT berkeliaran di jalanan.

Padahal dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014, ada larangan bagi PGOT menjajakan diri di jalanan.

Dia meminta mereka tidak mengulangi perbuatan serupa.

"Kalau bicara zaman susah, ya memang semua susah, tapi harus tertib aturan. Kota Semarang harus bersih," tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar menambahkan, banyaknya PGOT di Kota Lunpia menjadi perhatian pemerintah untuk dilakukan tindakan tegas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved