Breaking News:

Semarang

Hendrar Prihadi Setuju Kebijakan Larang Pengambilan Air Tanah di Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi setuju pelarangan ambil air tanah agar warga fokus berlangganan air PDAM.

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau SPAM Semarang Barat beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengambilan air tanah secara berlebihan menyebabkan penurunan muka tanah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, penurunan muka tanah di Kota Semarang bisa mencapai lima hingga sepuluh sentimeter per tahun.

Menurutnya, ini menjadi persoalan yang pelik di Kota Lunpia.

Dia pun setuju jika pemerintah melarang pengambilan air tanah.

"Saya setuju, pengambilan air tanah yang berlebihan akan meningkatkan muka tanah turun. Semarang termasuk yang punya persoalan pelik, setiap tahun bisa 5 - 10 sentimeter," terang Hendrar Prihadi, Minggu (10/10/2021).

Hal yang perlu ditekankan, sambung dia, Pemerintah berkewajiban menyiapkan air bersih bagi masyarakat.

Menurutnya, cakupan pelayanan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang saat ini sudah mencapai 80 persen.

"Saat dulu PDAM masih mencakup 50-60 persen, kalau tutup air tanah pasti terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sekarang coverage sudah 80 persen," paparnya.

Mendukung upaya pelarangan pengambilan air tanah secara berlebihan, Hendrar Prihadi menyampaiakan, perlu melakukan upaya mencegah kebocoran dan membuat SPAM Pudakpayung agar semakin dapat mencakup kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Beberapa wilayah di Kota Semarang yang belum terjangkau PDAM secara maksimal antara lain wilayah selatan dan timur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved