Breaking News:

Berita Nasional

Isi Surat Brigjen TNI Junior Tumilaar Kepada Kapolri yang Membuat Dia Dicopot dari Jabatannya

Brigjen TNI Junior Tumilaar dicopot dari jabatannya sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka dan jadi staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Editor: rival al manaf
Tangkap Layar Website KODAM XIII/MERDEKA
Brigjen TNI Junior Tumilaar. 

TRIBUNJATENG.COM, MANADO - Brigjen TNI Junior Tumilaar dicopot dari jabatannya sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka dan jadi staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Pencopotan Junior terkait surat yang dikirimkannya ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Apa sebenarnya isi surat tersebut hingga membuat ia dicopot dari jabatannya?

Kapolri Persoalan ini bermula saat Brigjen Junior Tumilaar membuat surat terbuka dengan tulisan tangan untuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Brigjen TNI Junior Tumilaar Dicopot dari Jabatannya Setelah Surati Kapolri

Baca juga: Seusai Bikin Surat Terbuka Ke Kapolri, Brigjen TNI Junior Tumilaar Dipindah Jadi Staf KSAD

Baca juga: Kapolri Segera Panggil 57 Eks Pegawai KPK, Benarkah Novel dkk akan Ditugasi Awasi Dana Covid?

Surat yang ditulis pada 15 September 2021itu kemudian viral di media sosial. 

Disebutkan, surat itu dibuat karena Junior telah mendatangi Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan juga telah dikomunikasikan jalur Forkompimda, tapi tidak diindahkan.

Junior memberitahukan dan memohon agar Babinsa jangan dibuat surat panggilan Polri.

Dia menyebut, para Babinsa itu bagian dari sistem pertahanan negara di darat.

Dalam surat itu, juga diberitahukan kepada Kapolri, ada rakyat bernama Ari Tahiru, miskin dan buta huruf berumur 67 tahun ditangkap dan ditahan karena laporan dari PT Ciputra Internasional.

Ari Tahiru disebut sebagai pemilik tanah warisan yang dirampas atau diduduki oleh PT Ciputra Internasional.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved