Breaking News:

Berita Semarang

Selami Sejarah Perjuangan, Denpom Ajak Komunitas Sepeda Napak Tilas Pertempuran 5 Hari di Semarang

Denpom IV/5 Semarang, bersama komunitas sepeda onthel Nggowes Bareng Napak Tilas Perjuangan Heroik Rakyat Semarang, Minggu (10/10/21).

Penulis: Hermawan Handaka | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang, bersama komunitas sepeda onthel Nggowes Bareng Napak Tilas Perjuangan Heroik Rakyat Semarang, Minggu (10/10/21). Kegiatan ini baru digelar secara terbatas dan mengedepankan protokol kesehatan karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19 di level 1. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang, bersama komunitas sepeda onthel Nggowes Bareng Napak Tilas Perjuangan Heroik Rakyat Semarang, Minggu (10/10/21).

Kegiatan ini baru digelar secara terbatas dan mengedepankan protokol kesehatan karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19 di level 1.

Sejumlah anggota komunitas sepeda jadul antara lain dari SOC (Sepeda Ontel Club), Kujang Sepeda Ontel,  GAC (Gowes Alimdo Club) dan SOPAN (Sepeda Ontel Apa Anane) berkumpul di Markas Denpom IV/5 Semarang untuk melakukan start lalu mereka bersepeda menuju ke Museum Mandala Bhakti yang merupakan gedung bekas Markas Polisi Istimewa dan menyusuri rute jembatan Banjir Kanal Barat, LP Bulu, jalan Dr Soetono, Jalan Veteran Gergaji dan ke TMP Giri Tunggal Semarang.

Sesampainya di TMP Giri Tunggal para ontelis melakukan doa bersama dan tabur bunga mendoakan arwah para pahlawan.

Baca juga: Jelang PSIS Semarang Hadapi Persik Kediri di Manahan Solo, Ian Gillan: Pemain Harus Berjuang Keras

Baca juga: HUT ke-12, TKSK Salurkan Donasi ke Sejumlah Fakir Miskin di Wilayah Kabupaten Tegal

Baca juga: Unik, Pemberkatan Flora Fauna Gereja Santa Theresia Bongsari, Kura-kura Berumur 20 Tahun Ikut Serta

Diantara makam pahlawan yang diziarahi antara lain dr Kariyadi, AIP M Bono (Polisi Istimewa), R Bisoro dan Mgr Soegijapranata (pahlawan nasional).

Ziarah dipimpin oleh Dandenpom IV/5 Semarang Letkol CPM Okto Femula SH MSi MHan dengan diawali penghormatan dilanjutkan tabur bunga.

"Kami ingin mengajak warga Kota Semarang, khususnya para ontelis tetap bersemangat. Meski kini belum bebas dari Covid 19, kita harus optimistis bisa bebas darinya. Tentu dengan tetap mengandalkan semangat dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang dianjutkan pemerintah. Berkaitan dengan HUT TNI, kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman yang melonggarkan waktu untuk memeriahkannya dengan menyelenggarakan gowes bareng. Tentu ini didasari rasa kangen satu sama lain, namun kami juga bersyukur acara ini terselenggara dengan baik dan patuh protokol kesehatan," ucap Okto Femula.

Kegiatan ini, menurut Okto, sangat strategis untuk mengingat bahwa di Kota Semarang pernah ada peristiwa besar sejarah perjuangan bangsa yang menelan ribuan bahkan jutaan rakyat Semarang karena kegigihannya melawan penjajahan Jepang.

Dan momentum ini juga bertepatan beberapa hari setelah TNI terbentuk.

"Gowes ini menyusuri lokasi terjadinya pertempuran sengit antara warga Semarang dengan tentara Kido Butai Jepang. Seperti di Markas Denpom IV/5 Semarang juga pernah menjadi tempat eksekusi Jepang oleh para pemuda pejuang Indonesia. Bahkan kita juga mengunjungi tempat tertembaknya dr Kariyadi dan AIP M Bono.Selama perjalanan ini banyak peserta yang antusias karena memang banyak yang belum paham sejarah perjuangan yang ada di Semarang," tambah Okto Femula.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved