Breaking News:

AKS Ibu Kartini

83 Mahasiswa AKS Ibu Kartini Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Tren perubahan dunia kerja terus terjadi dalam dunia kerja. Akan lebih banyak jenis pekerjaan baru yang berkembang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Dokumentasi AKS
Tangkapan layar mahasiswa AKS Ibu Kartini mengikuti program penguatan ekosistem kewirausahaan secara virtual 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Tren perubahan dunia kerja terus terjadi dalam dunia kerja. Akan lebih banyak jenis pekerjaan baru yang berkembang, dan sejumlah pekerjaan yang saat ini masih ada mungkin di masa mendatang tidak lagi dibutuhkan.

Memastikan lulusan dapat terserap di dunia kerja dan memiliki kompetensi yang relevan merupakan tugas pendidikan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi seperti halnya Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) Ibu Kartini Semarang.

Namun demikian, di zaman yang serba dinamis saat ini, pendidikan tinggi vokasi juga harus mampu melahirkan lulusan yang adaptif dan mampu melihat peluang usaha sehingga tercipta wirausaha muda.

Baca juga: Pasar Banjarsari Dibongkar, Nantinya Akan Dibangun Pasar Berkonsep Green Building

Baca juga: Bioskop Sudah Buka, Jumlah Pengunjung yang Menonton Masih Minim, Ini Kendalanya

Baca juga: Laga Dramatis AHHA PS Pati vs Persijap Jepara, Hasil Imbang 2-2 

AKS Ibu Kartini mengadakan pelatihan dan monitoring kewirausahaan bagi mahasiswa.

"Ini merupakan program penguatan ekosistem kewirausahaan untuk perguruan tinggi vokasi," kata Direktur AKS Ibu Kartini, Mien Zyahratil Umami, dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Program yang digelar secara daring ini diikuti 83 mahasiswa dari semester tiga. Mereka merupakan mahasiswa dari Program Studi Desain Busana, Tata Rias, dan Seni Kuliner. Kegiatan berlangsung dari 28 September-12 Oktober 2021.

Pada pelatihan dan monitoring wirausaha ini ada sejumlah narasumber yang diundang. Antara lain dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Dian Nuswantoro Semarang, dosen Udinus, Desty Dwiyanasari (Founder Duaide.com), serta sejumlah praktisi.

Para mahasiswa diberikan pelatihan meliputi manajemen pemasaran, manajemen produksi dan rencana bisnis, teknik pemasaran digital, dan tata kelola.

"Dengan mengikuti pelatihan ini, mahasiswa mendapatkan kiat kiat kewirausahan untuk menumbuhkan motivasi dan kreasi. Penguasaan teknologi atau IT juga diperlukan untuk pemasaran produk guna memperluas pasar," jelas Mien.

Selain itu, dalam program ini juga mahasiswa harus membuat rencana bisnis dan mempresentasikannya.

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Imbau Seluruh Komponen Masyarakat Siaga Bencana

Baca juga: Novel Baswedan Tengok Bekas Anggota KPK Alih Profesi Jadi Tukang Nasgor Pinggir Jalan

Ada 4 kelompok dari program studi tata rias, 8 kelompok produ desain busana, dan 6 kelompok dari prodi seni kuliner yang mempresentasikan proposal rencana bisnis.

Setelah itu, akan dipilih 9 proposal terbaik yang akan didanai Kemendikbudristek.

Mahasiswa juga akan belajar secara langsung dengan mengunjungi dunia usaha dan dunia industri. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved