Breaking News:

Berita Batang

Bappelitbang Batang Minta OPD Terkait Optimalkan Anggaran Penanganan Stunting

Bappelitbang Kabupaten Batang meminta OPD terkait tetap mengoptimalkan anggaran dalam menangani stunting.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Kepala Bappelitbang Batang, Ari Yudianto saat menjadi narasumber pada Pertemuan Penyusunan Regulasi Stunting di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Batang meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tetap mengoptimalkan anggaran dalam menangani stunting.

Kepala Bappelitbang Batang, Ari Yudianto mengatakan meskipun pada tahun 2022 belanja di OPD harus disesuai karena adanya pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat.

Namun dana untuk penanganan stunting jangan sampai ada pengurangan.

“Dana transfer dari Pemerintah Pusat hanya Rp 49 Miliar, nanti mau tidak mau belanja di OPD harus menyesuaikan maka apabila ada kegiatan yang masih bisa ditunda ya di tunda dulu.

Namun khusus pada penanganan stunting karena untuk kepentingan masyarakat dan ditargetkan menurun, jadi tidak bisa ditunda,” terangnya, usai menjadi narasumber pada Pertemuan Penyusunan Regulasi Stunting di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Senin (11/10/2021).

Ia menambahkan, terkait dengan anggaran yang sangat terbatas paling tidak OPD yang berkaitan langsung dengan penanganan stunting.

"Diharapkan ada alokasi anggaran walaupun tidak terlalu besar, tetapi tetap ada intervensi untuk penanggulangan stunting," imbuhnya.

Salah satu OPD yang berperan penting untuk menyosialisasikan pencegahan stunting adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Batang Puji Setyowati mengatakan, sebagian besar masyarakat menengah ke bawah lebih sering mendengarkan informasi yang berbalut hiburan melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abirawa FM.

“Jadi kami mengoptimalkan keberadaan radio Abirawa untuk menyosialisasi pencegahan stunting, lewat spot-spot siaran,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved