Breaking News:

Berita Salatiga

Ibu-ibu PKS Sidomukti Salatiga Didorong Galakkan Menanam di Pekarangan

Lebih dari 30 ibu-ibu PKS Kecamatan Sidomukti, Minggu (10/10) didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam.

Penulis: hermawan Endra | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Lebih dari 30 ibu-ibu PKS Kecamatan Sidomukti, Minggu (10/10) didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam.

Bertempat di Rumah M. Fathur Rahman, Anggota DPRD Kota Salatiga Dapil Sidomukti, Bidang Pertanian dan Nelayan (BPN) DPD PKS Kota Salatiga membekali para peserta tentang sukses bercocok tanam di lahan sempit. 

Hal itu selaras dengan program kementerian pertanian yang mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan ketahanan pangan dari pekarangan.

Baca juga: 83 Mahasiswa AKS Ibu Kartini Ikuti Pelatihan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Kemendikbudristek

Baca juga: 528 PNS di Kebumen Naik Pangkat, Bupati Pastikan tidak Ada Titipan

Baca juga: Novel Baswedan Tengok Bekas Anggota KPK Alih Profesi Jadi Tukang Nasgor Pinggir Jalan

Latif Nahari, Ketua DPD PKS Kota Salatiga yang hadir dan memberikan sambutan menyampaikan terima kasih kepada kaum emak-emak yang antusias hadir dalam kegiatan ini. 

Menurutnya, bercocok tanam di pekarangan rumah itu asyik. Setiap saat bisa melihat tanaman yang tumbuh segar dan hijau. Hal itu bisa juga sebagai refreshing untuk melepas lelah dari padatnya rutinitas kerja seharian.

"Bercocok tanam di pekarangan rumah itu asyik, ibu-ibu. Bisa jadi hiburan kita kalau pagi dan sore, sebelum dan setelah kita bekerja. Rumah kita pun selalu fresh dan asri," kata Latif Nahari.

Awaludin Isnaini, dari BPN yang memberikan pelatihan berpesan agar ibu-ibu bisa istiqomah.

Kunci sukses bercocok tanam itu rajin merawat.

Tidak hanya menanam kemudian ditunggu terus panen. Tidak semudah itu. Tanaman harus dirawat agar terhindar dari hama, diberikan pupuk, disirami, dan lainnya.

"Kuncinya hanya satu agar tanaman kita tumbuh dan bisa panen, yaitu istiqomah. Jadi jangan hanya semangat saat menanam saja setelah itu tanaman dibiarkan. Ya, bisa mati. Kalaupun hidup ya tidak maksimal. Tanaman itu butuh perawatan dan perhatian. Dirawat, dipupuk, dan disirami," kata Awaludin Isnaini.

Maesaroh, salah satu peserta mengucapkan terima kasih kepada PKS. Karena selepas pelatihan, para peserta bisa membawa pulang paket sayuran gratis untuk di tanam di pekarangan rumah.

Baca juga: Raih Dua Penghargaan WTP, Bupati Jepara Dian Kristiandi Apresiasi Pengelolaan Aset Daerah

Baca juga: Komentar Atta dan Aurel Nonton AHHA PS Pati vs Persjiap Jepara, Hasil Skor Imbang: Berkat Dedek Bayi

Terima kasih kepada PKS sudah dikasih oleh-oleh tanaman. Insyaallah nanti saya tanam di pekarangan rumah," kata Maesaroh. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved