Breaking News:

Berita Batang

KIT Batang Ubah RDTR Kecamatan Gringsing

Hadirnya kawasan Industri terpadu Batang (KITB) akan mengubah rencana tata ruang di kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Forum Group Diskusi (FGD) analisis dan penyusunan penyusunan rencana detail tata ruang kecamatan (RDTRK) bertempat di hotel Sendangsari Batang, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Hadirnya kawasan Industri terpadu Batang (KITB) akan mengubah rencana tata ruang di kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Hal itu berdasarkan amat undang - undang (UU) Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) beserta turunanya yaitu PP Nomor 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, berkaitan erat dengan proses penataan ruang dan perizinan. berusaha. 

Hal itu pun menjadi pembahasan dalam Forum Group Diskusi (FGD) analisis dan penyusunan rencana detail tata ruang kecamatan (RDTRK) bertempat di hotel Sendangsari Batang, Senin ( 11/10/2021) 

Dalam kegiatan tersebut juga membahas tentang isu - isu strategis seperti peningkatan infrastruktur pendukung, meningkatnya perekonomian masyarakat, banyaknya Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang akan mendukung ketahanan pangan di Gringsing. 

Isu strategis lainya seperti munculnya izin pertambangan galian c yang sporadis, banyaknya angkutan berat yang melintas yang berakibat jalan utama di sekitar kawasan pemukiman rusak. 

Lalu, lahan status KP2B yang meruapakan sawah tadah hujan menjadi kurang produktif, terbatasnya sumber daya air bersih, keterbatasan ketersediaan infrastruktur dan hadirnya KITB akan meningkatkan kepadatan penduduk secara signifikan. 

Asisten Sekda Batang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Wondi Ruki Trisnanto mengatakan peran RDTR kecamatan Gringsing sangatlah penting karena menjadi pedoman penataan ruang pendukung kawasan industri terpadu Batang (KITB), yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) oleh Presiden Joko Widodo. 

"Kita dapat bantuan hibah dari pemerintan pusat yaitu Kementerian ATR/ BPN untuk menyusun RDTRK Kecamatan Gringsing, untuk menyesuaikan KITB agar perencanaannya menjadi lebih baik," jelas Wondi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan penyusunan RDTR punya kaitan erat dengan proses pemanfaatan ruang dan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS).

"Semua izin sekarang menggunakan OSS, izin perusahaan sudah bisa langsung diketahui titik koordinatnya oleh karena itu RDTR ini harus disusun dengan baik," ujarnya. 

Hingga saat ini, kata dia baru pada tahap melakukan pengumpulan data yang melibatkan perwakilan kepala desa yang ada di kecamatam Gringsing, terutama desa yang terdampak KITB. 

"Penyusunan RDTRK Gringsing rencananya selesai Desember tahun ini,"pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved