Breaking News:

Berita Semarang

Level PPKM di Beberapa Daerah Turun, Wisatawan Mulai Serbu Objek Wisata di Jateng

Turunnya level PPKM di beberapa wilayah berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta
Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno, saat mengisi diskusi berlokasi di Aston Inn Hotel Semarang, Kamis (26/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Turunnya level PPKM di beberapa wilayah berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan.

Meski belum ada pendataan resmi dari pemerintah, namun menurut pengelolaan jumlah obyek wisata alam, terjadi lonjakan kunjungan.

Seperti halnya di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Sangubanyu Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Di mana saat angka Covid-19 melonjak, tak ada wisatawan yang singgah ke obyek wisata tersebut.

“Kalau sekarang lumayan, setiap hari ada 100 pengunjung datang,” tutur Latif penjaga tiket di Objek Wisata Pemandian Air Panas Sangu Banyu, beberapa waktu lalu.

Tak hanya di Kabupaten Batang, di Kabupetan Kendal, tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Boja dengan obyek wisata air yaitu saluran irigasi juga nampak dipadati pengunjung.

“Di sini baru satu pekan dibuka, dan antusias wisatawan sangat baik. Bahkan setiap pagi sampai sore hari saluran irigasi di sini dipenuhi pengunjung. Beda saat angka Covid-19 melonjak, wisata di desa kami ditutup,” papar Sulastri warga Desa Blimbing.

Pergerakan wisatawan di berbagai daerah di Jateng juga dinyatakan oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Jateng.

Meski ASITA tak mencatat secara rinci jumlah kunjungan, namun terjadi peningkatan kegiatan yang dilakukan anggota ASITA Jateng.

“Untuk peningkatan kegiatan terkait wisata, anggota kami di Jateng baru merangkai sekitar lima persen,” jelas Joko Suratno, Katua ASITA Jateng, Senin (11/10/2021).

Ia mengungkapkan, saat angka Covid-19 melambung, biro perjalanan wisata anggota ASITA Jateng sama sekali tak bisa melakukan kegiatan, atau melayani wisatawan.

“Ya baru beberapa waktu ini saat angka Covid-19 menurun anggota kami bisa bekerja dan terjadi peningkatan yang sebelumnya hanya berdiam diri kini sudah melayani wisatawan,” tuturnya.

Menurutnya, terdapat 120 biro perjalanan wisata yang tergabung di ASITA Jateng, dan sekitar 60 anggota sudah mulai membuka layanan wisata.

“50 persen anggota kami sudah mulai membuka layanan, semoga saja progres ke depan semakin membaik,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved