Breaking News:

Berita Kudus

Operasi Subuh, Bea Cukai Sita 148 Kg Rokok Ilegal di Jepara.

Minibus hitam yang diduga mengangkut rokok ilegal berhasil diidentifikasi Bea Cukai Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Dok. Bea Cukai Kudus
Bea Cukai Kudus menyita sebanyak 88.000 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) seberat 148 kilogram (Kg), yaitu rokok jenis SKM (Sigaret Kretek Mesin). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebuah minibus hitam yang diduga mengangkut rokok ilegal berhasil diidentifikasi Bea Cukai Kudus, Minggu (10/10) sekitar pukul 04.00.

Hasil analisis intelijen Bea Cu

Bea Cukai Kudus menyita sebanyak 88.000 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) seberat 148 kilogram (Kg), yaitu rokok jenis SKM (Sigaret Kretek Mesin).
Bea Cukai Kudus menyita sebanyak 88.000 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) seberat 148 kilogram (Kg), yaitu rokok jenis SKM (Sigaret Kretek Mesin). (Dok. Bea Cukai Kudus)

kai Kudus mendeteksi adanya pengangkutan rokok yang diduga ilegal di wilayah Kalinyamatan, Jepara. 

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Kudus, Dwi Prasetyo Rini‎ menyampaikan, Tim Inteldak Bea Cukai Kudus segera melakukan penyisiran setelah mengetahui informasi tersebut di Jalan Margoyoso - Damarjati. 

Sekitar pukul 05.30, tim berhasil menemukan titik lokasi minibus tersebut yang kedapatan sedang melaju dari Desa Pendosawalan ke arah Desa Damarjati. 

"Tim langsung melakukan penindakan dengan menghentikan dan melakukan pemeriksaan," kata dia, Senin (11/10/2021).

Dari penindakan yang dilakukan, diperoleh bukti sebanyak 88.000 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) seberat 148 kilogram (Kg), yaitu rokok jenis SKM (Sigaret Kretek Mesin) yang diduga ilegal.

Dengan perkiraan total nilai barang sebesar Rp 90.576.000 dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan senilai Rp 59,5 juta.

"Seluruh barang bukti berupa rokok, minibus, beserta sopir berinisial MZ (34 tahun) dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar dia.

Menurutnya, rokok ilegal ternyata masih ada di sekitar. Mari bersama-sama memberantas peredarannya agar dapat meminimalisir dampak negatif.

"Rokok ilegal tidak melalui uji laboratorium dan kebanyakan produksinya tidak memperhatikan higienisitas," kata dia.

Selain merugikan penerimaan negara, rokok ilegal bahayanya berlipat-lipat bagi masyarakat. 

"Mari gempur rokok ilegal, untuk menjaga Indonesia kita," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved