Breaking News:

Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Perkuat Jaring Relawan Hadapi Musim Hujan

Jaring relawan yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar diperkuat guna menghadapi musim penghujan yang berpotensi memicu terjadinya bencana alam.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Relawan mengikuti praktek mendirikan tenda pengungsian di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Jaring relawan yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar diperkuat guna menghadapi musim penghujan yang berpotensi memicu terjadinya bencana alam.

Sebanyak 90 potensi relawan yang berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar mengikuti sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi rawan bencana yang digelar BPBD bersama DPRD di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (11/10/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Karanganyar, wilayah lereng Gunung Lawu menjadi daerah rawan tanah longsor seperti wilayah Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, Jenawi, Kerjo, Karangpandan, Jatiyoso dan Matesih.

Sedangkan wilayah Banaran Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Desa Waru Kecamatan Kebakkramat dan beberapa wilayah di Kecamatan Gondangrejo berpotensi banjir karena luapan Sungai Bengawan Solo.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Bagoes Darmadi menyampaikan, kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim hujan. Mengingat diperkirakan curah hujan tinggi akan terjadi pada November 2021.

"Mereka diberikan materi tentang mitigasi bencana dan antisipasi bencana. Ada juga praktek," katanya kepada Tribunjateng.com

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani mengapresiasi apa yang telah dilakukan BPBD Karanganyar yang telah memberikan edukasi kaitannya dengan kesiapsiagaan potensi bencana.

Melalui kegiatan ini diharapkan kedepannya manajemen penanggulangan bencana akan lebih baik lagi, didukung dengan anggaran dan SDM.

"Saya harap untuk tidak setengah-setengah dalam menganggarkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana karena ini kaitannya dengan pelayanan masyarakat. Apalagi kondisi geografis Karanganyar potensi bencana (alam) sangat besar. Mulai dari longsor dan lainnya," ungkapnya.

Dia berharap proses penggunaan dana tidak terduga (DTT) dan jumlahnya dapat ditinjau kembali.

Pasalnya dana tersebut selain untuk kegiatan bencana alam juga untuk penanganan Covid-19 sekalipun saat ini kasusnya mengalami penurunan.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta kepada camat dan kades supaya selalu siap siaga ketika memasuki musim penghujan.

Sehingga ketika ada kejadian bencana dapat segera ditindaklanjuti. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved