Breaking News:

Guru Berkarya

PJBL Permudah Belajar Rangkaian Listrik Sederhana

Kurikulum 2013 menuntut peserta didik secara mandiri menguasai kompetensi minimal yang diprogramkan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Uswatun Hariroh SPd, Guru SDN Grogolan 01 Kab Pati 

Oleh: Uswatun Hariroh SPd, Guru SDN Grogolan 01 Kab Pati

KURIKULUM 2013 menuntut peserta didik secara mandiri menguasai kompetensi minimal yang diprogramkan. Agar peserta didik dapat mandiri, perlu diterapkan pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif adalah suatu proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam membangun pemahaman fakta, gagasan dan keterampilan melalui penyelesaian struktural yang kemudian diarahkan ke dalam tugas dan kegiatan.

Kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada tema 3 pokok bahasan IPA yaitu rangkaian listrik. Seperti pada kompetensi dasar 4.4 melakukan percobaan rangkaian listrik sederhana secara seri dan paralel.

Listrik merujuk pada rangkaian proton dan elektron yang membaur pada konduktor di sebuah rangkaian. Ketika kedua komponen itu membaur, terjadi gesekan sehingga tercipta cahaya. Listrik sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Listrik bermanfaat sebagai sumber penerangan, sumber energi, dapat menghasilkan gerak, panas, dan suara, serta masih banyak manfaat lainnya. Dalam belajar rangkaian listrik sederhana, sebaiknya melibatkan peserta didik agar mereka mendapatkan pengalaman langsung.

Hasil belajar materi rangkaian listrik sederhana pada kelas 6 SD Negeri Grogolan 01 masih rendah. Jumlah peserta didik yang mendapat nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 43,3%. Mereka sekadar menghafal tulisan yang ada di buku. Padahal, materi tentang rangkaian listrik berhubungan langsung dengan kehidupan peserta didik. Dari masalah tersebut, salah satu model yang dapat digunakan adalah Project Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek.

Menurut Sabar Nurohman (2013:9), project based learning merupakan model pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan akhirnya dipresentasikan di depan peserta didik lain. Keunggulan project based learning yaitu dapat meningkatkan motivasi peserta didik, kemampuan pemecahan masalah, dan sikap kerja sama.

Sintak project based learning diawali dengan penentuan pertanyaan mendasar. Dalam hal ini, peserta didik diminta mengamati penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari dan demonstrasi tentang pembuatan listrik paralel. Selesai mengamati, peserta didik diminta membuat pertanyaan untuk mengemukakan rasa ingin tahunya.

Langkah selanjutnya, mendesain perencanaan proyek. Peserta didik berkelompok dengan anggota 4 orang. Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan apa yang akan dibuat, waktu pembuatan, dan memelajari bahan-bahan yang diperlukan. Misalnya, akan membuat rumah-rumahan yang dipasangi lampu secara paralel.

Berikutnya, peserta didik menyusun jadwal proyek pembuatan rangkaian listrik paralel sederhana. Pada proses pembuatannya, guru memantau setiap kelompok. Jika proyek sudah selesai, peserta didik menunjukkan hasil kerjasamanya di depan kelompok lain. Terakhir, guru memberikan apresiasi dan penguatan kepada peserta didik.

Model project based learning menjadikan peserta didik lebih semangat melakukan percobaan rangkaian listrik sederhana. Mereka dapat berkerja sama dan bertanggung jawab dengan tugas-tugas yang diberikan. Karena sudah mempraktikkan langsung, peserta didik menjadi lebih paham mengenai konsepnya sehingga hasil belajar pun meningkat. Setelah mempraktikkan sendiri cara merangkai listrik sederhana, peserta didik diharapkan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menggunakan listrik secara bijak. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved