Breaking News:

Berita Semarang

Polisi Masih Kumpulkan Bukti Lain yang Dimiliki Korban Dugaan Penipuan Developer Abal-abal

Polrestabes Semarang sedang kumpulkan bukti-bukti dugaan penipuan dilaporkan 12 konsumen.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Korban penipuan developer cek tanah yang dijanjikan untuk dibangun rumah sesuai pesanan di wilayah Sendangmulyo Tembalang. Lahan tersebut belum terlihat pembangunan dan masih dipenuhi ilalang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang sedang kumpulkan bukti-bukti dugaan penipuan yang dilaporkan 12 konsumen

Korban penipuan developer cek tanah yang dijanjikan untuk dibangun rumah sesuai pesanan di wilayah Sendangmulyo Tembalang. Lahan tersebut belum terlihat pembangunan dan masih dipenuhi ilalang.
Korban penipuan developer cek tanah yang dijanjikan untuk dibangun rumah sesuai pesanan di wilayah Sendangmulyo Tembalang. Lahan tersebut belum terlihat pembangunan dan masih dipenuhi ilalang. (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

karena tertipu membeli rumah perumahan di wilayah kecamatan Tembalang.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP  Donny Lumbantoruan mengatakan sejauh ini masih mengumpulkan barang-barang bukti untuk petunjuknya.

Pihaknya telah  melaporkan 12 korban yang melaporkan developer tersebut.

"Kami masih perlu memeriksa saksi-saksi yang mengetahui saat menyerahkan uang, maupun menawarkan rumah tersebut. Untuk pentunjuk perlu saksi-saksi lainnya," ujar dia, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, jika semua pelapor bisa melengkapi bukti-bukti petunjuk, maka perkara tersebut bisa lebih cepat ditangani. 

"Jadi sebisa mungkin semua pelapor bisa melengkapi bukti-bukti baik dari transaksi maupun saksi yang melihat saat transaksi. Agar kami bisa periksa saksi-saksi lainnya," tuturnya.

Ia mengatakan hingga saat ini baru 12 orang yang melaporkan dengan kerugian masing-masing Rp 100 juta. Pihaknya juga menunggu korban-korban lainnya mengalami hal sama.

"Semua korban sudah kami periksa. Tinggal melengkapi bukti-bukti dan saksi-saksinya," tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Korban, Djati Widjajanto membenarkan bahwa 12 korban telah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.

Namun demikian pihaknya akan berusaha melengkapi bukti-bukti yang dimiliki korban.

"Ada yang belum mengirimkan bukti transfer. Nanti kami akan usahakan untuk melengkapi bukti-buktinya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved