Breaking News:

Berita Sragen

Tebang Pohon Milik Perhutani KPH Gundih di Sragen, Warga Semarang Diciduk Polisi

Muhamad Mahmudi (51) harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah terbukti menebang pohon milik Perhutani KPH Gundih.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
Istimewa/Polres Sragen
Barang bukti yang digunakan pelaku berupa truk Toyota Dyna bernopol H 1335 DC mengangkut kayu ilegal diamankan di Polsek Sumberlawang. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Muhamad Mahmudi (51) harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah terbukti menebang pohon milik Perhutani KPH Gundih.

Kejadian tersebut terjadi kawasan perhutani di Dukuh Bulakrejo RT 22, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Sabtu (9/10/2021) malam.

Tidak tanggung-tanggung, warga Dusun Nali, RT 38/09, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang tersebut menebang sebanyak 77 pohon tanpa izin.

Kejadian ini diawali dari laporan warga bahwa di TKP tersebut sering digunakan untuk jual beli kayu hutan. Atas laporan tersebut anggota unit Reskrim Polsek Sumberlawang melaksanakan peyelidikan diwilayah tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan Reskrim Polsek Sumberlawang berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga sebagai pemilik kayu beserta barang bukti  berupa 77 batang kayu.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan setelah dicek, kayu tersebut berjenis kayu sono brid dengan panjang rata-rata satu meter medelin lingkar rata 80 centimeter.

"Kami mendapati bahwa pelaku tidak mempunyai surat syah dari yang berwenang. Barang atau kayu tersebut ditebang tanpa izin."

"Sehingga diduga merupakan kayu milik perhutani yang berada di sekitar Desa Ngargosari, Sumberlawang," terang AKP Suwarso, Senin (11/10/2021).

Selain mengamankan pelaku dan barang bukti, pihak kepolisian juga mengamankan satu unit kendaraan truk Toyota Dyna bernopol H 1335 DC warna merah dan bak biru.

Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti  dibawa ke Polsek Sumberlawang guna proses penyidikan lebih lanjut dengan dijerat Pasal 83 ayat (1) UU No.13 Tahun 2013. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved