Breaking News:

Guru Berkarya

Tingkatkan Hasil Belajar IPS Menggunakan Media Puzzle

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran dari beberapa rumpun ilmu sosial. Pembelajaran IPS sudah diberikan sejak jenjang sekolah dasar.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Suweni SPd, Guru SDN 02 Bojongbata Pemalang 

Oleh: Suweni SPd, Guru SDN 02 Bojongbata Pemalang

ILMU Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran dari beberapa rumpun ilmu sosial. Pembelajaran IPS sudah diberikan sejak jenjang sekolah dasar. Memberikan pembelajaran IPS sejak jenjang sekolah dasar yaitu untuk mengembangkan kesadaran siswa dalam berhubungan dengan orang lain disekitarnya. Sejak dini siswa diajarkan tentang hubungan sosial, baik dari pengalaman maupun pengenalan.

Dari hubungan sosial tersebut nantinya dapat tumbuh pengetahuan dalam diri siswa. Selain itu, materi yang diajarkan kepada siswa biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Salah satu materi IPS untuk siswa kelas IV SD membahas tentang kegiatan ekonomi, didalamnya membahas mulai dari ketersedian sumber-sumber ekonomi hingga perniagaan untuk meningkatkan kesejahteraan. Materi dijabarkan pada Kompetensi Dasar (KD) 3.3 mengidentifikasi kegiatan ekonomi dalam meningkatkan kehidupan masyarakat di bidang pekerjaan, sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.

Sudah tidak asing lagi bagi kita, bahwa materi yang diajarkan pada pembelajaran IPS tidaklah sedikit. Sehingga tidak sedikit pula siswa yang mengeluh saat belajar IPS. Metode dan media yang digunakan guru untuk membelajarkan IPS juga kurang variatif dan cenderung menggunakan metode konvensional seperti ceramah dan pemberian tugas. Sehingga hal ini dapat membuat siswa merasa bosan dan mengantuk saat belajar.

Materi IPS terkesan mudah karena banyak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil belajar untuk mata pelajaran IPS tergolong belum maksimal.

Hal tersebut juga masih menjadi permasalahan yang sama untuk pembelajaran IPS di SDN 02 Bojongbata Pemalang. Selain itu, pembelajaran IPS di SDN 02 Bojongbota Pemalang, siswa cenderung pasif dan tidak memperhatikan guru dalam pembelajaran, siswa kurang antusias saat pembelajaran berlangsung, dan siswa tidak menjawab pertanyaan jika guru bertanya pada siswa.

Hal ini berdampak pada hasil belajar IPS yang rendah, terbukti dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 46,89 sedangkan KKM yang ditetapkan di sekolah ini yaitu 65. Untuk mengatasi permasalahan ini, dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik, misalnya menggunakan media puzzle.

Permainan puzzle menurut Suciaty (2010: 78) merupakan permainan yang dapat dimainkan mulai dari anak 12 bulan. Media ini dapat memberikan kesempatan belajar yang banyak, selain itu juga dapat digunakna untuk menarik minat siswa dan membina semangat belajar dalam bermain.

Menurut Nisak (2011: 110), media ini bertujuan untuk membentuk jiwa bekerja sama, melatih kecerdasan logis matematis peserta, menumbuhkan rasa solidaritas siswa, melatih strategi dalam bekerja sama antar siswa. Adapun langkah-langkahnya yaitu: Pertama, siswa diarahkan untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.

Kedua, siswa mendengarkan aturan permainan yang dibacakan oleh guru. Ketiga, guru menyiapkan puzzle dalam amplop untuk masing-masing kelompok. Keempat, masing-masing kelompok berdiri melingkar meja dan didekat amplop puzzle yang telah dibagikan.

Kelima, guru mengawasi siswa dalam menyuusun puzzle agar semuanya tetap mengerjakan secara berkelompok. Keenam, guru memberikan umpan balik berupa pertanyaan-pertanyaan tentang gambar yang telah dirangkai oleh siswa.

Upaya guru dalam menggunakan media puzzle untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN 02 Bojongbata Pemalang materi kegiatan ekonomi sudah dapat dikatakan berhasil. Karena, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari perolehan nilai rata-rata siklus I sebesar 6.5 dan pada siklus II meningkat menjadi 8,6. Selain dapat meningkatkan hasil belajar, media ini juga dapat menumbuhkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, siswa menjadi berani mengemukakan pendapat dan bertanya serta mampu berkomunikasi antar anggota kelompok. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved