Breaking News:

Berita Batang

Upaya Dinkes Turunkan Angka Stunting di Batang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bayang dr Dudiet Wisnuhardanto menyampaikan setiap tahun Kabupaten Batang mengalami penurunan angka stunting.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Bupati Batang Wihaji saat meninjau anak yang mengalami stunting atau gizi buruk di Kecamatan Wonotunggal beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bayang dr Dudiet Wisnuhardanto menyampaikan setiap tahun Kabupaten Batang mengalami penurunan angka stunting.

"Alhamdulillah ada penurunan di tahun 2020 sebesar 16 persen, tahun 2021 15,67 persen, mudah-mudahan ke depan semakin menurun,” tuturnya, Senin (11/10/2021).

Berbagai upaya dilakukan Dinkes Batang untuk menurunkan angka stunting, lanjut dia, salah satu strateginya yaitu dengan memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil.

"Kami mempunyai program ibu hamil dimasukkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kabupaten Batang mendapat kuota 3 ribu pasien hingga bulan Desember,” jelasnya.

Dia berharap, JKN tersebut diberikan tepat sasaran yakni ibu hamil yang termasuk warga kurang mampu atau bagi mereka yang menunggak biaya JKN, yang disebabkan beberapa hal.

“Pengurusannya bisa lewat Puskesmas atau dengan surat pernyataan Kepala Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Batang Sri Eprileni menerangkan jika diukur dari angka stunting nasional, sebenarnya Kabupaten Batang termasuk tidak terlalu tinggi. 

Namun untuk memotivasi OPD terkait karena 15,67 persen di bulan Februari masih cukup tinggi.

“Targetnya di tahun 2024 angka stunting di Kabupaten Batang bisa turun sampai 12 persen,” imbuhnya.

Ia mengimbau, agar OPD terkait dapat melakukan pendataan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan stunting.

Di sisi lain, Pemerintah Desa sangat berperan penting terhadap pencegahan stunting. 

“OPD harus menginventaris kegiatan pencegahan stunting yang bisa direalisasikan di desa sehingga bisa memotivasi desa, untuk bersinergi mencegah terjadinya stunting,” ujarnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemerintah Desa, lanjut dia Dispermades dan Kantor Kemenag yakni dapat melakukan pencegahan pernikahan anak.

“Desa berperan penting karena aparat desa yang tahu di desanya ada berapa ibu hamil dan bagaimana kondisinya," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved