Breaking News:

Berita Karanganyar

Apa Itu Tradisi Mondosiyo dan Dukutan, Diajukan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Asal Karanganyar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar mengusulkan tradisi Dukutan, Mondosiyo dan Batik Girilayu sebagai warisan budaya tak benda.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Warga berebut ayam saat acara Mondosiyo di Pancot Kelurahan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar sebelum adanya pandemi Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar mengusulkan tradisi Dukutan, Mondosiyo dan Batik Girilayu sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional.

Dinas telah mengusulkan tiga warisan budaya tak benda tersebut ke Kemendikbud pada akhir 2020 lalu.

Tradisi Mondisiyo atau yang dikenal dengan rebutan ayam kerap digelar oleh warga Pancot Kelurahan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu.

Sedangkan Dukutan digelar oleh warga Nglurah Kecamatan Tawangmangu.

Baca juga: Evakuasi Pria yang Nekat Naik Tower di Karanganyar Berlangsung 4 Jam, Dibujuk Saudara dan Pacar

Baca juga: Juliyatmono Targetkan Capaian Vaksinasi Lebih dari 104 Persen Sebelum Hari Jadi Karanganyar

Baca juga: Profil Yayan Ruhian Mad Dog The Raid, Sukses Bintang Film Hollywood Star Wars Hingga John Wick

Kemudian Batik Girilayu menjadi tradisi yang kini turun temurun dilakukan oleh masyarakat Desa Girilayu Kecamatan Matesih.

Lokasinya dekat dengan makam Penguasa Mangkunegaran Solo yakni Astana Girilayu dan Astana Mangadeg.

Beberapa waktu lalu telah dilakukan tahap penjurian awal mengenai muatan sejarah, diskripsi dan video dari tiga warisan budaya tak benda tersebut.

Sebelum mengusulkan tiga warisan budaya tak benda tersebut, dinas telah berkoordinasi dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Kasi Cagar Budaya Disdikbud Karanganyar, Hastutiningdiyah Wijayatmi menyampaikan, saat ini dinas masih menunggu jadwal sidang penetapan dari tiga warisan budaya tak benda itu yang digelar oleh kementerian.

Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, kemungkinan sidang penetapan dengan menghadirkan tokoh maupun narsum dari masing-masing usulan warisan budaya tak benda itu akan digelar secara daring seperti tahun sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved