Breaking News:

Berita Semarang

Asosiasi Pengembang Sarankan Konsumen Cek Legalitas Developer Sebelum Beli Rumah

Asosiasi pengembang perumahan di Kota Semarang soroti developer yang dilaporkan 12 korban.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Korban penipuan developer cek tanah yang dijanjikan untuk dibangun rumah sesuai pesanan di wilayah Sendangmulyo Tembalang. Lahan tersebut belum terlihat pembangunan dan masih dipenuhi ilalang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi pengembang perumahan di Kota Semarang soroti developer yang dilaporkan 12 korban karena merasa tertipu membeli rumah di wilayah Kecamatan Tembalang.

Sekertaris Komisariat Kota Semarang  Realestat Indonesia (REI), Dwi Iwan mengatakan permasalahan itu telah dibahas di Komisariat Semarang.

Sebab itu pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat jika hendak membeli rumah di perumahan telah tergabung dengan asosiasi perumahan.

"Jadi anggota developer yang tergabung di asosiasi sudah benar-benar terdidik," tuturnya, Selasa (12/10/2021).

Menurut Iwan, perumahan dengan harga murah terlebih subsidi sudah tidak ada ditemui di Kota Semarang.

Biasanya rumah subsidi banyak terdapat di Kabupaten maupun wilayah penyangga kota Semarang. 

"Biasanya rumah subsidi masih banyak di wilayah Mranggen, Boja. Kalau  di Semarang harga tanah sudah tinggi," ujarnya.

Menurutnya, harga rumah termurah di Kota Semarang dengan luas 60 meter sudah mencapai lebih dari Rp 200 juta.

Harga itu diberikan oleh developer yang taat terhadap aturan.

"Developer itu sudah melengkapi perizinannnya, dan menaati peraturan yang ada. Karena harga terkena PPN," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved