Breaking News:

Berita Banyumas

Dampak Pandemi, Warga Miskin di Kabupaten Banyumas Bertambah, Total 225 Ribu Penduduk Miskin

Pemerintah Kabupaten Banyumas masuk menjadi salah satu kabupaten dari lima kabupaten di Jawa Tengah yang dikategorikan dalam predikat miskin

Tangkapan Layar
Acara Ngobras Bakul Peso, bersama bupati Achmad Husein di Channel Youtube pribadinya, yang dihadiri Kepala BPS Banyumas, Suprih Handayani, Kepala Dinsospermades, Widarso, dan Kepala Bapadalitbang Banyumas, Senin (11/10/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas masuk menjadi salah satu kabupaten dari lima kabupaten di Jawa Tengah yang dikategorikan dalam predikat kemiskinan ekstrem. 

Bupati Banyumas, Achmad Husien mengatakan hal ini adalah sebagai wujud perhatian khusus dari pemerintah pusat. 

Sementara itu, Kepala BPS Banyumas, Suprih Handayani, mengatakan ada sebanyak 225 ribu penduduk Banyumas masuk dalam kategori miskin atau 13.26 persen. 

Baca juga: Himagrotek Unsoed Purwokerto Kembangkan Potensi Kemukus di Desa Kemawi Banyumas

Baca juga: Ritual Pemotongan Rambut Gimbal Bocah di Banyumas, Turuti Permintaan Anaknya Mi Ayam dan Mobil

Baca juga: Tim UHB Archery Raih Juara dalam Banyumas Open Archery Tournament 2021

Masuknya Banyumas menjadi salah satu daerah dengan kemiskinan ekstrem salah satu faktornya karena kondisi geografis Banyumas yang luas. 

Namun demikian kondisi kemiskinan itu buka menunjukkan tidak ada perkembangan penurunan kasus kemiskinan di Banyumas

Berdasarkan data angka kasus kemiskinan di Banyumas Tahun 2013 itu 18.44 persen kemudian pada 2020 turun menjadi 12.53 persen. 

"Akibat dari pandemi ini dampaknya cukup besar, ada sebanyak 14 ribu penduduk miskin baru di Banyumas

Angka kemiskinan dari 12.53 persen menjadi 13.26 persen naik 1.8 persen di tahun 2020," terangnya dalam acara Ngobras Bakul Peso, bersama bupati Achmad Husein di Channel Youtube pribadinya, Senin (11/10/2021). 

Karena kondisi tersebut, Pemkab Banyumas akan mendapat bantuan dari pusat. 

Bantuan ini diberikan kepada 25 desa di 5 kecamatan atau sekitar 6.000 jiwa. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved