Breaking News:

Ekonomi Digital bakal Menjadi Sumber Pertumbuhan Indonesia

Populasi besar menjadi satu kekuatan utama Indonesia pada sektor ekonomi digital, dengan jumlah pengguna internet yang mencapai 197 juta orang.

Editor: Vito
arenalte.com
Ilustrasi Digitalisasi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengatakan, transformasi dan akselerasi digital ekonomi Indonesia adalah prioritas pemerintah saat ini.

Menurut dia, satu sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan berasal dari ekonomi digital.

"Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan di dunia yang akan datang adalah ekonomi digital. Hal ini tentu tidak hanya sebatas e-commerce saja, tapi mencakup kegiatan ekonomi yang lebih luas, seperti financial, travel, health, dan lain-lain," ujarnya, dalam diskusi webinar 'Gambir Talks', secara virtual, Selasa (12/10).

Ia menyebut, populasi besar menjadi satu kekuatan utama Indonesia pada sektor ekonomi digital, lantaran memiliki jumlah pengguna internet yang mencapai 197 juta orang. Bahkan, angka itu juga diproyeksikan akan bertambah menjadi 250 juta orang pada 2050.

"Selain itu diukur juga dari Gross Merchandise Value (GMV), potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar dan jauh melebihi negara lain di kawasan ASEAN," ungkapnya.

Selain itu, Lutfi menilai, sektor e-commerce diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia. Mendag menyebut, e-commerce pada 2030 diperkirakan memberikan kontribusi hingga Rp 1.908 triliun, atau sekitar 33-34 persen dari total ekonomi digital.

"Sementara kontribusi besar lainnya akan bersumber dari skema Business to Business (B2B), termasuk supply chain dan logistik sebesar Rp 763 triliun, atau 13 persen. Online travel sebesar Rp 575 triliun atau 10 persen, corporate services Rp 529 triliun atau setara 9 persen. Transformasi dan akselerasi digital ekonomi Indonesia adalah prioritas pemerintah saat ini," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan menyatakan, ekonomi digital Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan berpotensi tumbuh hingga mencapai delapan kali lipat di 2030.

Menurut dia, jika pada 2020 nilai ekonomi digital Indonesia hanya mencapai Rp 632 triliun, pada 2030 diproyeksikan naik menjadi Rp 4.531 triliun. "Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB pun meningkat dari 4 persen menjadi 18 persen," ujarnya.

Oke mengungkapkan, saat ini e-commerce menjadi penyumbang terbesar dalam ekonomi digital Indonesia, dan tercatat ada sebesar 54 persen dari total kunjungan berasal dari platform e-commerce Indonesia seperti dari Tokopedia, Bukalapak, dan BliBli.

"Ke depannya e-commerce diprediksi akan memerankan peran yang sangat besar, yaitu 33,37 persen dari total kontribusi ekonomi digital, atau setara dengan Rp 1.908 triliun pada 2030," paparnya.

Meski demikian, Oke berujar, ada ancaman atau tantangan yang timbul akibat adanya kegiatan e-commerce, yaitu adanya praktik perdagangan tidak sehat yang mengancam UMKM. "Seperti adanya predatory pricing contohnya. Itu bisa timbul dari kegiatan e-commerce ini," jelasnya.

Oleh sebab itu, dia menambahkan, pemerintah perlu hadir untuk membuat aturan main yang jelas dengan memaksimalkan potensi serta mengatasi permasalahan dan tantangan yang ada.

"Ini untuk menciptakan iklim berusaha e-commerce yang sehat, adil, dan bermanfaat. Pemerintah harus ada membuat regulasi ini," ungkapnya. (Kompas.com/Elsa Catriana)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved