Breaking News:

Unsoed Purwokerto

Himagrotek Unsoed Purwokerto Kembangkan Potensi Kemukus di Desa Kemawi Banyumas

Tim Himagrotek Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendapatkan hibah pendanaan.

Editor: abduh imanulhaq
un
Tim Himagrotek Unsoed menyerahkan bibit Indigofera kepada petani Desa Kemawi, Banyumas 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tim Himagrotek Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)Purwokerto mendapatkan hibah pendanaan dalam program kompetitif Wira Desa yang difasilitasi oleh Ditjen Belmawa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Hibah Wira Desa ini digunakan mengembangkan potensi Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Tim bermitra dengan Kelompok Tani Sekar Aji yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan budidaya dan pemasaran berbagai macam komoditas pertanian khususnya tanaman rempah.

Tim Himagrotek yang diketuai oleh Hendra (A1D019003) beranggotakan 9 mahasiswa, yaitu Irwandhi (A1D019018), Hilmy Ihza Rakhman (A1D019031), Farah Fadhilah Husen (A1F018008), Sekar Arum Prabaningtyas (A1D019051), Annisa Islamiati (A1D019085), Myra Faridah Elvina (A1D019191), Rosita Dewi (B1A019144), Haris Raditya Subandrio (B1B019013), dan Adinda Azhaar Khairunnisa (B1B019026).

Proses kegiatan pendampingan terhadap petani Kemukus ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang Dr. Purwanto, S.P., M.Sc,

Hendra mengatakan timnya mecoba memberikan solusi yaitu inisiasi pembentukan sentra produksi biji kemukus di Desa Kemawi, memperluas koneksi perdagangan kemukus, dan solusi atas kendala gagal panen akibat serangan hama dan penyakit akar dengan inovasi budidaya kemukus menggunakan sistem sambung.

Tim Himagrotek Fakultas Pertanian Unsoed Bersinergi dengan Kelompok Tani Desa Kemawi Banyumas
Tim Himagrotek Fakultas Pertanian Unsoed Bersinergi dengan Kelompok Tani Desa Kemawi Banyumas (IST)

“Potensi sumber daya yang dikembangkan melalui program Wira Desa ini adalah tanaman kemukus sebagai salah satu komoditas rempah unggulan dari Desa Kemawi. Tanaman kemukus yang memiliki nama latin Piper Cubeba ini merupakan salah satu jenis tanaman obat yang sangat banyak kegunaannya, sehingga dibutuhkan oleh industri obat tradisional. Buah kemukus berkhasiat untuk obat pada penyakit gonorrhoe, penyakit kelamin, bronchitis, disentri, radang selaput lendir saluran kemih, penyakit perut dan obat mencret,” urai Hendra.

Buah kemukus digunakan pula dalam ramuan obat sesak napas, menghilangkan bau mulut, peluruh dahak, peluruh air seni, kencing bernanah, penyakit gula dan penghangat badan.

Selain itu juga merupakan rempah-rempah sebagai pengharum dan penyedap masakan.

Ditambah dengan fakta bahwa pasokan nasional buah kemukus setiap tahunnya hanya sekitar 222 ton buah segar, sedangkan serapan buah kemukus setiap tahunnya untuk kebutuhan industri obat tradisional (IOT), industri kecil obat tradisional (IKOT) dan obat tradisional dalam rumah tangga sekitar 325,40 ton.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved