Breaking News:

Perumahan

Kementerian PUPR Kerja Sama Pemkot Tegal Kebutuhan Rumah MBR

Pemerintah Kota Tegal melakukan penandatanganan nota kesepakatan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Humas Pemkot Tegal 
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono (kanan) melakukan penandatanganan MoU dengan Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) di Bandung, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BANDUNG - Pemerintah Kota Tegal melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) di Bandung, Selasa (12/10/2021).

MoU tersebut dalam rangka pelaksanaan kegiatan Science and Technologi Research Partnership for Sustainable Development (Satrep).

Yaitu memenuhi kebutuhan perumahan bagi warga Kota Tegal, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, kebutuhan rumah di Kota Tegal khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR masih relatif tinggi. 

"Untuk memenuhi kebutuhan rumah tersebut dengan kondisi keterbatasan lahan di Kota Tegal, maka perlu diterapkan suatu kebijakan penyediaan perumahan yang dapat memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat menyewa ataupun memiliki hunian di Kota Tegal," katanya dalam rilis yang diterima tribunjateng.com. 

Dedy Yon menjelaskan, salah satu program penyediaan perumahan di Kota Tegal adalah dengan penyediaan rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa. 

"Pembangunan Rusunawa ini merupakan program kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kota Tegal dalam rangka penyediaan perumahan bagi MBR. 

Melalui penyediaan dalam bentuk rumah susun yang dapat disewa selama waktu tertentu, dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan," jelasnya. 

Dedy Yon menyampaikan, Pemerintah Kota Tegal dengan Kementerian PUPR juga bekerjasama dalam rangka peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh skala kawasan Segmen Siwatu dengan sumber dana dari  World Bank (LOAN).

Lokasi di Kelurahan Tegalsari dengan pekerjaan penataan permukiman warga di sepanjang bantaran Sungai Siwatu dengan membangun jalan promenade selebar 3 meter.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan dari bulan Desember 2020 hingga Nopember 2021.

"Kami berharap agar dapat dilanjutkan penataan Sungai Siwatu dengan pembangunan ruang terbuka hijau dan lloating market yang dapat menciptakan destinasi wisata baru di Kota Tegal dan meningkatkan perekonomian warga sekitar," harapnya. 

Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Dian Irawati berjanji akan menyampaikan ke Dirjen dan sebisa mungkin diteruskan ke Kementerian PUPR.

"Sebisa mungkin akan kami sampaikan ke Dirjen. Dirjen juga akan kami ajak melihat langsung penataan Kawasan Siwatu dan floating market. Kami juga akan sampaikan ke bapak menteri," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved