Breaking News:

Berita Kesehatan

Ki Tepus, Tumbuhan Jahe-jahean Bongsor Kaya Manfaat

Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968.

Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968. 

Daun berwarna hijau, panjangnya dapat mencapai 50 cm, dengan jumlah daun hingga 26 daun, ligula panjangnya 15 mm , warna hijau kecoklatan. Tangkai daun 15-35 mm, kaku.

Lembaran daun ukuran 78 X 16 cm, berbentuk oblong, melebar di ditengah, tulang tengah warna hijau pekat, warna kepucatan bagian bawah. Daun muda kaku, dasar daun sisi, ujung runcing.

Kandungan Kimia
Menurut Wong et al (2011), Vairappan et al. (2012) dan Nagappan et al. (2017) dalam Trimanto dan Hapsari (2018) setidaknya ada 42 kandungan kimia yang terdapat dalam Ki Tepus, Diantaranya adalah (E)-methyl isoeugenol 37.7 %, Aromadendrene oxide 24.8 %, Elemicin 35.6 %, monoterpenes 28.6 %, sesquiterpenes 28.6 %, Sesquiterpene hydrocarbons 21.4 %, Terpineol oxide 13.0 %, β-pinene 30.4 %. Zat tersebut diekstraksi dari rimpang, daun maupun batang.

Ekologi
Secara umum Ki Tepus berkembang dengan baik pada habitat hutan tropis dengan ketinggian kurang dari 1000 mdpl, dengan Curah hujan tahunan kurleb 2.355 mm.

Namun, beberapa laporan menympaikan ia tumbuh dengan baik dan beradaptasi pada dataran rendah dibawah 300 mdpl dengan curah hujan tahunan 1.812,5 mm, meskipun Ki Tepus beberapa kali ditemui menjadi dominan pada hutan atau daerah yang terbuka penuh pada ketinggian 30 - 1300 mdpl.

Ki tepus Juga menyukai daerah lembab seperti tepi sungai, tepi sungai, dan tepi kolam alami.

Sebaran
Ki Tepus merupakan tumbuhan aseli dari India, Bangladesh, Burma, Cina, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, Brunei, Papua Nugini, Queensland, dan beberapa Kepulauan Pasifik.

Sebagian besar kerabat Ki Tepus dekat dengan khatulistiwa antara permukaan laut dengan radius 2500 meter.

Sementara anggota genus ini (Etlingera) juga dilaporkan dinaturalisasi di tempat hangat lainnya (Hawaii, Puerto Rico, Trinidad, Amerika Tengah, Mauritius, dan pulau-pulau di Teluk Guinea.

Di Indonesia tercatat banyak ditemukan di wiayah sundaland yaitu Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat, Ki Tepus dapat dijumpai di Cagar Alam (CA) Keling II/III di Kecamatan Keling dan CA Gn Celering di Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.

Penulis

Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala PHK Pati Barat

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved