Breaking News:

Berita Semarang

Penggunaan Kosmetik Ilegal Masif di Tengah Pandemi Covid-19, Masuk Indonesia Lewat Toko Online

Di tengah pandemi Covid-19 penggunaan produk kosmetik ilegal di Indonesia masih masif. Produk tersebut masuk ke Indonesia melalui toko online.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar
TRIBUNNEWS/YURIKE BUDIMAN
Kosmetik yang diduga mengadung bahan berbahaya hasil temuan BPOM 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Pengawasan Kosmetik Badan POM, Arustiyono saat bertandang ke Kota Semarang beberapa waktu lalu menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 penggunaan produk kosmetik ilegal di Indonesia masih masif.

Meski belum terdata secara pasti berapa produk yang masuk ke Indonesia, namun Arustiyono menyampaikan, produk-produk tersebut masuk ke beberapa wilayah di Indonesia melalui toko online.

“Sekarang produk kosmetik ilegal sudah merambah ke toko online, dan ada kecenderungan masyarakat, khusunya anak muda menggunakan produk tersebut, apalagi di tengah pandemi,” paparnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: ABG Bernafsu Tiduri Nenek 71 Tahun di Kudus, Celana Dipelorotkan: Saya Bilang Jangan Kayak Setan!

Baca juga: Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo Ingin Pekarangan Rumah Dimanfaatkan untuk Tanam Sayur dan Buah

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi Batang, Ribuan Pedagang UMKM Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta

Ia juga menerangkan, total nilai kosmetik ilegal yang disita Badan POM dari 2018 hingga 2020 di masa pandemi mencapai Rp 382 miliar lebih.

“Pada 2018 kosmetik ilegal yang didapati Badan POM senilai Rp 128 miliar, sedangkan 2019 mencapai Rp 185,8 miliar, danpada 2020 Rp 69 miliar,” terangnya.

Jika di tingkat nasional, penggunaan kosmetik ilegal dinyatakan masih masif di tengah pandemi, lalu bagaimana dengan peredaran barang-barang tersebut di Jateng.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang, Anton Martin, penggunaan barang-barang ilegal termasuk kosmetik di tengah pandemi meningkat.

“Untuk penggunaannya meningkat tak terkecuali kosmetik, bahkan data dari penindakan produk ilegal yang kami catat, peningkatan mencapai 150 persen di tengah pandemi,” paparnya, Selasa (12/10/2021).

Ia menambahkan, barang ilegal yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan di Kota Semarang dari awal 2020 hingga Oktober 2021, dan sudah dimusnahkan mencapai Rp 2,2 miliar.

Baca juga: Not Angka Pianika Andmesh Kamaleng Hanya Rindu Hancur Hati Ini Melihat Gambar Diri

Baca juga: Derby Mataram Persis Solo Vs PSIM Yogyakarta Malam Ini, Live Streaming di Sini!

“Jumlah tersebut termasuk kosmetik, obat serta suplemen, meski yang terbanyak merupakan produk minuman beralkohol,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved