Breaking News:

Berita Demak

Rencana Pasokan Bambu untuk Matras Konstruksi Tol Semarang-Demak

Rencana penggunaan bambu untuk matras konstruksi proyek pembangunan Tol Semarang-Demak segera direalisasikan.

Penulis: faisal affan | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Penampakan pembangunan tol Semarang-Demak. (Humas Pemprov Jateng) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Rencana penggunaan bambu untuk matras konstruksi proyek pembangunan Tol Semarang-Demak segera direalisasikan.

Pilihan penggunaan bambu, dengan berbagai pertimbangan, lebih baik dan cocok dibanding besi maupun kayu.

Mulai 2022 bambu-bambu itu dipilih diameter 8-10 centimeter dirangkai malang melintang sebanyak 17 lapis. Setelah dirangkai kemudian ditenggelamkan ke dalam laut, lalu di atasnya ditimbun tanah.

Bambu akan permanen di posisi itu tidak akan diambil. Baru kemudian di atas tanah tersebut, dibuatlah konstruksi bangunan jalan tol.

Penggunaan bambu di proyek tol ini kira-kira di station 1,9 hingga station 8,5 dengan karakter tanah sifatnya very soft soil (tanah sangat lunak).

Di lokasi tersebut untuk menemukan tanah keras atau padat, berada di kedalaman 60 meter. Maka penggunaan bambu untuk matras dianggap paling cocok. Bambu-bambu itu diperkirakan tahan selama 50 tahun.

Rencananya kebutuhan bambu mencapai lebih dari 5 juta batang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Alwin Basri, untuk menunjang pembangunan tol Semarang Demak seksi satu, bambu yang digunakan cukup diambil dari Jawa Tengah saja.

"Desain awal bahkan kebutuhannya hingga 10 juta batang. Tapi ada revisi akhirnya cukup 7 juta batang bambu saja. Bambu dari Jawa Tengah saya rasa cukup," kata Alwin Basri.

Menurut anggota DPRD Jateng yang bergelar lengkap DR. Ir. H. Alwin Basri, MM, M.Ikom itu, matras bambu yang digunakan untuk pembangunan tol Semarang Demak, dimaksudkan untuk mempercepat konsolidasi tanah. Hal itu karena area pembangunan yang dilewati tol berada di kondisi tanah yang sagat liat.

Selain digunakan untuk matras, bambu nantinya juga akan digunakan sebagai trucuk.

"Penguatan kondisi tanah juga dilakukan dengan memasang material pengalir vertikal pra fabrikasi atau PVD. Ditambah dengan pembebanan dengan material pasir laut," tambahnya.

Dikatakannya, penggunaan matras bambu bisa mempersingkat waktu pengerjaan tol Semarang Demak. "Ini menjadi terobosan pertama di Indonesia," tuturnya. (afn)

Baca juga: 5 Shio Cewek Mempesona dan Penuh Kharisma, Jago Bikin Cowok Jatuh Cinta

Baca juga: Kecelakaan Maut di Sragen, KA Gajayana Tabrak Isuzu Panther, Pasutri Tewas

Baca juga: Cristiano Ronaldo Bakal Kena Bogem Mentah jika Gagal Bawa Manchester United Juara

Baca juga: Daftar Fitur Command Baru di Miggi: Singkatan atau Abreviasi

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved