Breaking News:

Pertamina Cilacap

Rumdani Antarkan Program Ibu Siaga Covid-19 Raih Best of The Best Program CSR

Tak berhenti di situ, inovasi berlanjut pada pembuatan hand sanitizer yang menjelma menjadi kebutuhan pribadi setiap orang di masa pandemi.

Editor: abduh imanulhaq
Istimewa
Ajang Energy and Mining Editor Society (E2S) Proving League 2021 bertajuk ‘Kesaksian Local Hero Dalam Memperluas Manfaat CSR BUMN’ di IG Room Head Office PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap secara virtual, Sabtu (9/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Rumdani Putri Sumiwi (59) sambil tersenyum bahagia, menceritakan dengan runut bagaimana perjuangannya bersama ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumahnya di Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan bertahan di masa pandemi Covid-19.

“Kami tahu sulit sekali bertahan di masa pandemi. Alhamdulillah dengan semangat dari ibu-ibu Koperasi Kemiren Asri, kami bisa melewatinya bersama,” ujarnya.

Perempuan yang biasa disapa Rumdani itu mengakui awal pandemi Covid-19 merebak di Indonesia pada Maret 2020 lalu berdampak pada semua aspek.

Termasuk usaha produktif Koperasi Kemiren Asri yang ia pimpin.

“Kami ada 13 kelompok usaha seperti kelompok budidaya jamur, lele, bebek, kelompok kebun gizi, dan lain-lain semua terkena imbas pandemi, penghasilan kami menurun dan kampung kami di-lockdown karena ada warga yang terkena Covid,” kata Rumdani.

Beruntung, kata Rumdani kondisi terpuruk ini tidak membuat anggota koperasi berlarut.

Sebaliknya situasi pandemi justru memunculkan ide dan inovasi baru.

Kisah Perempuan dalam Menginisiasi Perubahan, Antarkan Program Ibu Siaga Covid-19 Raih Best of The Best Program CSR
Kisah Perempuan dalam Menginisiasi Perubahan, Antarkan Program Ibu Siaga Covid-19 Raih Best of The Best Program CSR (Istimewa)

Aktivitas ibu-ibu rumah tangga itu selanjutnya dialihkan pada pemenuhan kebutuhan di masa pandemi dalam program bertajuk Ibu Siaga Covid-19.

" Di antaranya melalui produksi minuman jahe merah untuk meningkatkan imun, pembuatan masker dan baju hazmat sebagai Alat Pelindung Diri (APD) para petugas medis,“ ungkap Rumdani.

Tak berhenti di situ, inovasi berlanjut pada pembuatan hand sanitizer yang menjelma menjadi kebutuhan pribadi setiap orang di masa pandemi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved