Breaking News:

Berita Kudus

Sepanjang 2021, Kasus Kematian Bayi di Kudus Capai 60 Kasus

Sepanjang 2021 di Kudus terdapat kasus kematian ibu sebanyak 21 kasus, dan kematian bayi sebanyak 60 kasus.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo menandatangani komitmen penurunan angka kasus kematian ibu dan bayi di Kudus, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sepanjang 2021 di Kudus terdapat kasus kematian ibu sebanyak 21 kasus, dan kematian bayi sebanyak 60 kasus.

Menurut Bupati Kudus HM Hartopo, angka kasus tersebut tergolong tinggi, karenanya pihaknya ingin menekan angka kasus serupa.

"Angka kasus itu adalah dampak pandemi kemarin, karena dampak pandemi sangat luar biasa."

"Keterbatasan ruang bersalin adalah salah satu sebabnya," kata Hartopo seusai penandatanganan komitmen penurunan angka kasus kematian ibu dan bayi di Pendopo Kudus, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Chord Kunci Gitar Love and Let Go Raisa

Baca juga: PSK di Aceh Buka Praktik Work From Home, Sempat Kelabuhi Warga Dikira Pasangan yang Bertamu

Baca juga: Dorong Perluasan Energi Terbarukan, PT Pertamina Bangun PLTS Berkapasitas 1.34 Megawatt di Cilacap

Penyebab tingginya kasus kematian ibu dan bayi itu, katanya, ada berbagai sebab.

Namun yang paling kentara adalah dampak pandemi Covid-19 yang kemudian membuat sejumlah fasilitas kesehatan terbatas ruang bersalin khusus untuk pasien Covid-19.

"Kemarin penyebabnya banyak sekali karena takut dibawa ke rumah sakit untuk bersalin, kalau tidak sifatnya darurat betul."

"Kedua keterbatasan ruangan bersalin (Covid-19) sangat terbatas sekali," kata dia.

Penyebab lainnya, lanjut Hartopo, yakni kecerobohan ibu saat mengandung yang akhirnya berisiko bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.

Kemudian dampak kemiskinan juga satu di antara sebab kasus kematian ibu dan bayi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved