Breaking News:

Berita Pendidikan

UIN Walisongo Gelar Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Bidikmisi Fuhum Jadi Relawan Covid

Mahasiswa bidikmisi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo siap menjadi relawan Satgas Covid-19 selama kuliah offline terbatas

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
dok UIN
Dekan Fuhum, Dr Hasyim Muhammad (kedua kiri) menyerahkan thermogun beserta hand sanitizer kepada Shinta Nurziana, sebagai penanda diresmikannya relawan covid di ruang Dekan Fuhum UIN Walisongo, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - UIN Walisongo Semarang memulai kegiatan pembelajaran tatap muka atau offline terbatas. Sistem perkuliahan menggunakan blended learning atau campuran daring dan luring.

Mahasiswa bidikmisi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo siap menjadi relawan Satgas Covid-19 selama kuliah offline terbatas.

Dekan Fuhum, Dr Hasyim Muhammad menyerahkan thermogun beserta hand sanitizer kepada Shinta Nurziana, salah satu mahasiswi Bidikmisi sebagai penanda diresmikannya relawan covid di ruang Dekan Fuhum UIN Walisongo, Selasa (12/10/2021).

Perwakilan relawan dari mahasiswa, Shinta Nurziana mengatakan bahwa relawan yang ikut membantu berjalannya kuliah offline kurang lebih ada 60 orang.

"Setiap hari ada 6 orang yang menjaga stan Covid-19. Pada pagi ada 3 mahasiswa menjaga hingga pukul 12.00 WIB. Lalu sore hari 3 mahasiswa," kata Shinta dalam keterangan tertulis.

Mahasiswa yang ikut sebagai relawan yakni angkatan 2018, 2019, dan 2020.

Ia menjelaskan tugas relawan yakni mengecek suhu tubuh mahasiswa yang kuliah offline, memastikan memakai hand sanitizer. Serta menginformasikan dan sosialisasikan agar patuh 5M (memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan, dan membaca doa yang rajin).

Dekan Fuhum, Hasyim Muhammad menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar jangan terlena dengan status Covid-19 yang melandai.

"Tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan lalai dan tetap menjaga jarak. Meski rasa kangen berjumpa dengan temen-temen kuliah, saya mengimbau tetap jaga jarak dan memakai masker serta menerapkan protokol lainnya," katanya.

Ia menambahkan bahwa kemarin saat monitoring dan evaluasi rektor, pihak universitas mewajibkan semua dosen untuk kuliah offline.

Akan tetapi, karena mata kuliah yang ada di Fuhum ini banyak yang teori dari praktik, kuliah sistem blended tetap dilakukan.

"Kami mengharap perkuliahan ini berjalan dengan optimal, dengan selalu berhati-hati dalam kuliah. pesan saya jangan lalai untuk selalu menjaga prokes," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved