Breaking News:

Berita Tegal

BPBD Kabupaten Tegal Beri Edukasi Penanganan Bencana, Peran Masyarakat Sangat Penting

Cuaca yang kadang tidak menentu dan sebagai upaya antisipasi jika terjadi bencana,BPBD Kabupaten Tegal menggelar sosialisasi komunikasi informasi.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
Dokumentasi BPBD Kabupaten Tegal
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, saat menggelar sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi desa rawan bencana, di Gedung Serba Guna Kecamatan Dukuhturi, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Cuaca yang kadang tidak menentu dan sebagai upaya antisipasi jika terjadi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal menggelar sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi Desa rawan bencana, di Gedung Serba Guna Kecamatan Dukuhturi, Rabu (13/10/2021). 

Tidak hanya memberikan sosialisasi, pada kesempatan yang sama juga dijelaskan mengenai penanganan bencana di masa pandemi Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Camat Dukuhturi Mukhtarom, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tegal Djuliono, dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin. 

Baca juga: Satpol PP Dobrak Kamar Kos, Belasan ABG Terlibat Prostitusi & Pasangan Zina Kaget Tertangkap Basah

Baca juga: Dinas Perdagangan Semarang: Pedagang Johar yang Belum Dapat Lapak Diikutkan Pengundian Tahap Dua

Baca juga: Dinas Perdagangan Kota Semarang Imbau Pedagang Segera Tempati Lapak di Johar

Dalam sambutannya, Camat Dukuhturi Mukhtarom menyebut, di wilayahnya ada lima desa yang rawan bencana yaitu di Sidakaton, Pagongan, Sidapurna, Kupu, dan Kademangaran. 

Lima desa tersebut sering terjadi banjir yang kerap melanda saat musim hujan.

Dengan sosialisasi tersebut diharapkan ada komunikasi yang baik, sehingga tidak saling tunjuk saat terjadi bencana.

“Semoga ilmu yang diperoleh dari sosialisasi ini bisa diterapkan di masyarakat saat terjadi bencana. Masyarakat juga semakin teredukasi dan memahami apa langkah yang harus diambil jika terjadi bencana utamanya banjir, mereka tidak akan panik karena sudah tahu harus apa," harap Mukhtarom, pada Tribunjateng.com, Rabu (13/10/2021). 

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tegal Djuliono menuturkan, peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana sangat diperlukan, di antaranya perlindungan sosialisasi rasa aman, berperan serta dalam bencana, operasi, dan mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Baca juga: Loker Lowongan Kerja Karir Terbaru di Semarang Rabu 13 Oktober 2021

Baca juga: Rumah Dijual Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Rabu 13 Oktober 2021

Sedangkan kewajiban masyarakat dalam upaya bencana alam, yakni menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, memelihara kesinambungan, keserasian, keselarasan, dan kelestarian lingkungan hidup. (*)

"Intinya yang ingin saya sampaikan masyarakat memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana, termasuk memberikan informasi yang benar kepada publik tentang penanggulangan bencana," katanya. 

Sementara terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi pandemi Covid-19, dijelaskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin, ada tiga macam bencana alam yaitu bencana alam, bencana sosial, dan bencana non alam. 

Adapun yang dimaksud bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa non alam antara lain berupa gagal teknologi, gagal mordenisasi, epidemi, dan wabah penyakit. 

"Saya berharap kegiatan sosialisasi kali ini bermanfaat bagi semuanya. Sehingga saat kemungkinan terburuk terjadi bencana semua sudah siap dalam arti tidak panik harus melakukan apa atau harus menyelamatkan apa dulu," pungkasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved