Breaking News:

UIN Walisongo Semarang

Kuliah Offline Blended Learning, Mahasiswa Bidikmisi FUHUM UIN Walisongo Jadi Relawan Covid-19

Mahasiswa Bidikmisi FUHUM Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo siap menjadi relawan Satgas Covid-19 di FUHUM.

Editor: abduh imanulhaq
UIN WALISONGO
Dekan FUHUM UIN Walisongo, Dr Hasyim Muhammad M.Ag. menyerahkan termogun dan hand sanitizer kepada salah satu mahasiswi Bidikmisi, Selasa (12/10), di ruang Dekan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo siap menjadi relawan Satgas Covid-19 selama kuliah offline sistem Blended dilaksanakan. walisongo.ac.id

Dekan FUHUM Dr Hasyim Muhammad M.Ag. menyerahkan termogun beserta hand sanitizer kepada Shinta Nurziana, salah satu mahasiswi Bidikmisi sebagai simbolis kegiatan relawan tersebut diresmikan, Selasa (12/10), di ruang Dekan FUHUM UIN Walisongo.

Hadir Wakil Dekan I Fuhum, Dr Sulaiman M. Ag. dan Kabag TU Akhmad Fauzin M.Si.

Shinta Nurziana mengatakan relawan yang ikut membantu berjalannya kuliah offline blended kurang lebih 60 mahasiswa.

Setiap hari ada 6 orang yang menjaga stand covid-19.

Pagi hari 3 mahasiswa menjaga sampai pukul 12.00, lalu sore hari 3 mahasiswa.

Mahasiswa yang ikut sebagai relawan yaitu angkatan 2018, 2019, dan 2020.

“Tugas relawan covid yaitu mengecek suhu tubuh mahasiswa yang kuliah offline, memastikan mereka memakai hand sanitizer, dan menginformasikan agar patuh 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan, dan membaca doa yang rajin ” katanya.

Ia menambahkan relawan ini adalah inisiatif dari Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan.

Kemudian koordinator mahasiswa Bidikmisi M Nur Faishal DH menyetujui gagasan tersebut.

Dekan FUHUM Dr. Hasyim Muhammad, M.Ag. menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar jangan terlena dengan status Covid-19 yang melandai.

“Tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan lalai dan tetap menjaga jarak. Meski rasa kangen berjumpa dengan temen-temen kuliah, saya mengimbau tetap jaga jarak dan memakai masker serta menerapkan protokol lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan saat monev rektor, pihak universitas mewajibkan semua dosen untuk kuliah offline.

Namun, mata kuliah yang ada di FUHUM ini banyak yang teori dari praktik, kuliah sistem blended tetap dilakukan.

“Kami mengharap perkuliahan ini berjalan dengan optimal, dengan selalu berhati-hati dalam kuliah. pesan saya jangan lalai untuk selalu menjaga prokes,” tambahnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved