Breaking News:

Guru Berkarya

Metode Tutor Sebaya Tingkatkan Partisipasi Belajar IPA

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada hakikatnya merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di alam.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Mukti Barokah SPdSD, Guru SDN Pesalakan 02 Kab Batang 

Oleh: Sri Mukti Barokah SPdSD, Guru SDN Pesalakan 02 Kab Batang

ILMU Pengetahuan Alam (IPA) pada hakikatnya suatu ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di alam. Pembelajaran IPA di jenjang sekolah dasar tentu sangat penting dan bermanfaat bagi siswa untuk dapat mempelajari mengenai diri sendiri maupun alam sekitar serta dapat memberikan pengalaman langsung serta siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Menurut Sri Sulistyorini (2007: 40), salah satu ruang lingkup pembelajaran IPA jenjang SD yaitu mengenai makhluk hidup dan proses kehidupan. Salah satu materi IPA untuk siswa kelas 6 SD membahas mengenai pengamatan tanaman di sekitar habitat dan cara melindungi diri.

Materi tersebut tentu memiliki keterkaitan erat dengan kejadian-kejadian, fakta, teori-teori yang berhubungan dengan lingkungan sekitar siswa. Materi tersebut dijabarkan pada Kompetensi Dasar (KD) 3.3 menganalisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Setiap berlangsung suatu pembelajaran diharapkan dapat terciptanya aktivitas dan partisipasi aktif dari siswa, tak terkecuali pada pembelajaran IPA. Karena melalui aktivitas dan partisipasi aktif, siswa dapat memperoleh pengalaman-pengalaman secara langsung sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Pada kenyataannya, pembelajaran IPA di SDN Pesalakan 02 Kabupaten Batang masih belum memperlihatkan partisipasi aktif siswa saat belajar atau dapat dikatakan partisipasi aktif siswa masih tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dari siswa yang menjawab pertanyaan ada 14 siswa (58,33%), mengajukan pertanyaan ada 12 siswa (50%), dan menyampaikan pendapat ada 8 siswa (33,33%).

Siswa yang hadir ada 24 siswa sehingga diperoleh tingkat partisipasi belajar siswa sebesar 47,11%. Selama ini proses pembelajaran yang berlangsung siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan guru dibandingkan mengeluarkan pendapat.

Hanya beberapa siswa saja yang berani mengemukakan pendapatnya. Sehingga pembelajaran yang berlangsung hanya satu arah saja, yaitu hanya dari guru.

Untuk mengatasi permasalahan ini, guru dapat mengatasinya dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan bervariasi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru yaitu metode tutor sebaya.

Salah satu metode pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi siswa adalah metode tutor sebaya. Menurut H. Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2003: 45), metode ini dilakukan dengan cara siswa yang sebaya yang ditunjuk untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru-siswa.

Langkah-langkah dalam menggunakan metode ini pertama, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan tema yang berbeda (masing-masing kelompok memiliki seorang tutor). Kedua, siswa diberi penjelasan teknis dan alur pembelajaran oleh guru.

Ketiga, setiap kelompok mengerjakan LKS dengan bimbingan tutor untuk mengamati ciri khusus hewan yang dijumpai di lingkungan sekolah. Keempat, siswa diberikan waktu oleh guru untuk berdiskusi membuat laporan hasil pengamatan.

Kelima, setelah selesai diskusi, kelompok yang sudah siap diberi kesempatan menyajikan hasil diskusinya. Keenam, setiap kelompok diberi kesempatan untuk menanggapi. Ketujuh, guru memberikan penguatan dari materi yang dibahas.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan partisipasi belajar IPA pada materi pengamatan tanaman di sekitar habitat dan cara melindungi diri pada siswa kelas VI SDN Pesalakan 02 Kabupaten Batang. Sebelum dikenakan tindakan diperoleh rata-rata tingkat partisipasi siswa hanya 48,96%.

Setelah dikenakan tindakan, diperoleh tingkat partisipasi belajar siswa mengalami kenaikan sebesar 14% menjadi 62,96%. Sehingga metode tutor sebaya terbukti dapat meningkatkan partisipasi belajar IPA. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved