Breaking News:

Berita Jateng

TPID Jateng Upayakan Pengendalian Inflasi

Untuk menjaga inflasi tetap rendah dan terkendali, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
Net
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk menjaga inflasi tetap rendah dan terkendali, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah akan terus melakukan empat kunci pengendalian inflasi.

Disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah Pribadi Santoso, keempat kunci tersebut 

yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, memastikan kelancaran distribusi, serta

memperkuat komunikasi yang efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat, khususnya pada periode hari raya keagamaan.

"Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga inflasi Jawa Tengah pada tahun 2021 tetap berada pada kisaran sasaran inflasi 3,0%±1%," jelasnya dalam keterangan persnya, Selasa (12/10/2021).

Upaya ini menyusul IHK yang mencatatkan deflasi Provinsi Jawa Tengah pada September 2021 sebesar 0,10%, lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,01%. Realisasi tersebut juga lebih rendah dibandingkan deflasi nasional yang sebesar 0,04%.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi Jawa Tengah secara tahunan mencapai 1,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 1,60% (yoy).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, berlanjutnya deflasi Jawa Tengah pada September 2021 terutama disebabkan oleh Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

Secara umum, terjadinya deflasi disebabkan oleh pasokan produksi pertanian domestik yang masih terjaga.

Deflasi tersebut juga didukung oleh perkiraan tersedianya pasokan aneka cabai dan bawang merah dari berbagai sentra produksi di Jawa Tengah hingga Oktober 2021.

Di samping itu, tingginya pasokan telur ayam ras yang melebihi permintaan juga menyebabkan terjadinya deflasi komoditas ini. Sebaliknya, komoditas beras mulai mengalami peningkatan harga seiring dengan berakhirnya masa panen pada Agustus 2021.

Adapun, penahan deflasi Jawa Tengah yang lebih dalam adalah inflasi kelompok transportasi, khususnya pada komoditas jasa angkutan udara dan tarif kereta api yang berlangsung di kota Semarang dan Surakarta. Hal ini juga diikuti oleh jasa angkutan penumpang lainnya, seperti angkutan online (roda dua maupun roda empat), serta angkutan antar kota. (*)

Baca juga: Program Electrifying Agriculture, Penuhi Kebutuhan Listrik Kebun Melon Klopoduwur

Baca juga: Capaian Vaksin Booster Bagi Nakes di Karanganyar Baru 0,55 Persen

Baca juga: Vaksin Booster akan Jadi Syarat Wajib Ibdah Umrah, Ahyani: Bisa Jadi Seperti Itu

Baca juga: Kisah Rapunzel Rusia : Sudah Tak Potong Rambut Selama 23 Tahun, Ini Impiannya

Tribun Jateng/Idayatul Rohmah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved