Breaking News:

Berita Semarang

Waspada Penipuan Umroh Murah Marak Terjadi di Tengah Pandemi, Korban Terlanjur Bayar Rp 800 Juta

Penipuan umrah marak terjadi di tengah pandemi. Modus yang digunakan menawarkan umrah gratis maupun murah.

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
ABDEL GHANI BASHIR/AFP
Masjidil Haram Mekkah disterilisasi dari Virus Corona. Pemerintah Arab Saudi melakukan pelarangan kegiatan ibadah umroh. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penipuan umrah marak terjadi di tengah pandemi.

Modus yang digunakan menawarkan umrah gratis maupun murah.

Mirisnya, hal itu terjadi di tengah pasang-surutnya keputusan dibukanya umrah oleh Arab Saudi.

Para pelaku juga mengatasnamakan dari biro umrah dalam melaksanakan aksinya.

Bahkan acap kali pelaku mengaku dari biro umrah besar untuk menjerat korban. Hal itu membuat biro umrah dibanjiri pertanyaan dari korban.

Lantaran korban sudah membayar sejumlah uang namun tidak jadi berangkat dan nominal yang dibayarkan raib.

Seperti dituturkan oleh Bambang Riyanto Owner Biro Umroh Saibah, di mana penipuan dengan kedok umrah murah dan gratis marak di tengah pandemi.

“Di masa pandemi dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab merekrut jamaah umrah dengan modus umrah gratis atau murah, ujung-ujungnya penipuan lantaran tidak jadi diberangkatkan, tapi sudah dipungut biaya,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (13/10/2021).

Dilanjutkan Bambang, bahkan ada korban yang sudah membayar Rp 800 juta karena tertarik dengan tawaran umrah murah.

“Katanya biaya tersebut untuk mengurus paspor dan vaksin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved