Breaking News:

Guru Berkarya

Memahami Perkembangan Islam di Nusantara melalui Random Quiz

Pulau jawa sendiri merupakan tempat berkembangnya agama Islam karena ada beberapa tokoh spiritual yang dikenal dengan walisongo.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Zainul Umam SPd, Guru SMPN 1 Taman Kabupaten Pemalang 

Oleh: Zainul Umam SPd, Guru SMPN 1 Taman Kabupaten Pemalang

PADA mulanya Islam berkembang di Selat Malaka, Aceh dan Pulau Jawa. Pulau Jawa merupakan tempat berkembangnya agama Islam karena ada beberapa tokoh spiritual yang dikenal sebagai Walisongo.

Walisongo memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di tanah Jawa karena memperkenalkan Islam secara lembut merahmati seluruh umat atau lebih dikenal sebagai Islam rahmatan lil-al-‘amin. Menurut Makmun Rasyid (2016: 18), Islam rahmatan lil-al-‘amin merupakan Islam yang memberi rahmat kepada siapapun baik yang muslim maupun nonmuslim.

Mengingat pentingnya materi kehadiran Islam mendamaikan bumi Nusantara pada pembelajaran PAI dan BP di SMP Negeri 1 Taman khususnya kelas IX, hal ini dihadirkan sebagai upaya mengajak siswa untuk mengenal tentang materi tersebut sebagai agama yang rahmatan lil-al-‘amin. Pada pembelajaran materi ini, guru perlu memunculkan inovasi pembelajaran yang tepat dan sesuai.

Salah satu bentuk kreasi guru untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi kehadiran Islam mendamaikan bumi Nusantara dengan strategi pembelajaran Random Quiz. Strategi ini muncul sebagai variasi strategi pembelajaran sebelumnya untuk menjadikan pembelajaran lebih menarik dan untuk mengetahui seberapa jauh wawasan siswa dalam mempelajari materi.

Menurut Sulaiman (2016: 27), strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian tindakan) yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan  berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran bertujuan agar proses pembelajaran berjalan lebih menarik dan interaktif, efisien dalam waktu dan tenaga, dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Langkah-langkah menggunakan strategi pembelajaran random quiz yaitu mula-mula siswa membaca materi dari sumber pustaka, buku ajar atau media internet sesuai arahan guru dalam waktu 15 menit. Setelah itu, siswa tidak diperbolehkan membuka buku sebagai bentuk dimulainya proses pembelajaran.

Guru sudah menyiapkan sebelumnya beberapa kertas lipatan yang didalamnya terdapat nama tokoh pejuang Islam di Nusantara. Lipatan kertas tersebut diacak dan guru memanggil siswa sesuai dengan urutan presensi untuk mengambil satu kertas lipatan.

Perwakilan siswa kemudian membuka lipatan yang berisikan nama tokoh ulama atau pejuang dakwah Islam sesuai dengan tokoh yang ada di buku ajar. Semua siswa akan mendapat pertanyaan yang sama dan menjelaskannya secara lisan yaitu menjelaskan profil singkat dari tokoh tersebut serta cara menyebarkan Islam dan mendamaikan bumi Nusantara.

Pada tahap akhir, siswa kembali membuka buku lalu membaca kembali buku ajar atau media internet tentang tokoh yang sudah dideskripsikan oleh siswa secara lisan dan memberikan umpan balik. Pada tahap ini akan terlihat siswa yang pintar dan aktif berbicara dan juga siswa yang kurang percaya diri untuk menjelaskan secara lisan.

Namun, strategi ini bukan untuk penilaian melainkan untuk mengukur pengetahuan siswa. Sehingga akan didapat gambaran sejauh mana mereka dapat memahami tentang Islam rahmatan lil-al-‘amin.

Pembelajaran Random Quiz atau kuis secara acak telah membangun percaya diri dan memotivasi siswa untuk menambah referensi saat membaca. Terbukti dapat  merangsang dan memacu semangat siswa dan lebih mengetahui sehingga dapat meninhkatkan daya ingat dan kecerdasan siswa.

Berbeda dengan metode hafalan, strategi Random Quiz lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa jenuh. Dalam pertemuan berikutnya, guru terus berinovasi dalam mengajar agar suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan dan berjalan efektif. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved