Breaking News:

Guru Berkarya

Pemanasan yang Menyenangkan dalam Pembelajaran PJOK

Pembelajaran jasmani disekolah dimasa pandemi covid 19 banyak mengalami perubahan dalam proses pelaksannannya.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sutarlim SPd, Guru SMPN 1 Comal Kabupaten Pemalang 

Oleh: Sutarlim SPd, Guru SMPN 1 Comal Kabupaten Pemalang

PROSES pembelajaran jasmani di sekolah di masa pandemi banyak mengalami perubahan. Hal ini menuntut guru lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan materi agar siswa dapat menerima materi sesuai kurikulum.

Sebelum pandemi, siswa lebih sering berada di lapangan dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Praktek olahraga selalu menjadi pelajaran yang digemari oleh siswa.

Pada masa pandemi ini, siswa menerima pelajaran secara daring. Merekahanya bertemu dengan guru melalui media sosial atau gadget sehingga proses interaksi dengan teman sangat jarang.

Siswa banyak yang bosan dengan pembelajaran daring dan kadang lebih banyak mengabaikan. Kreativitas guru dalam pembelajaran daring sangat dibutuhkan.

Retno Indayani (2002:13) menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru/melihat hubungan-hubungan baru di antara unsur data atau hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Berbagai variasi media sosial di antaranya Zoom Meeting, Google Form, Google Slide, e-learning, dan WhatsApp.

Dalam situasi sekarang ini,  terdapat banyak kota/kabupaten yang sudah berlevel 3 dan 2 dalam PPKM. Sehingga  proses pembelajaran sudah dimulai tatap muka dengan jumlah yang hadir 30% dan 50% dari jumlah keseluruhan siswa.

Pembelajaran pendidikan jasmani sebagai bagian dan pendidikan secara keseluruhan pada masa pandemi ini sangat diharapkan oleh guru dan siswa. Setelah dimulainya pembelajaran tatap muka ini dengan pembatasan jumlah siswa, pelajaran pendidikan jasmani sangat diuntungkan, karena jumlah peralatan yang digunakan dapat mencukupi untuk siswa.

Pada proses pembelajaran pendidikan jasmani dikenal tahapan-tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Tahap perencanan berupa pembuatan dokumen silabus, prota, promes, KKM, RPP dan rencana penilaian.

Tahap pelaksanaan berupa pendahuluan (pemanasan), inti pelajaran dan penutup (pendinginan). Tahap penilain berupa penilai tertulis,penilaian dan penilai kinerja serta penilaian sikap.

Tahapan pelaksanaan pembelajaran pendidikan jaasmani yang pertama yaitu pemanasan. Zaenal Arifin (2014: 68) mengatakan melalui pemanasan, detak jantung dan sirkulasi darah akan meningkat secara perlahan, jika sirkulasi darah meningkat suplai nutrisi dan oksigen otot akan meningkat.

Banyak sekali guru olahraga pada waktu mengajar siswa dalam melakukan pemanasan biasa hanya mengunakan gerakan-gerakan statis dan dinamis. Gerakan statis siswa disuruh melakukan gerakan dengan peregangan otot-otot yng berupa stretching.

Gerakan menarik, mendorong dan menahan setiap gerakan. Gerakan pemanasan dinamis adalah gerakan mengerakan anggota tubuh dengan ayunan ke kanan dan ke kiri, atas bawah dan samping kiri kanan dengan tujuan utamanya mempersiapkan otot, persendian siswa dan menaikan suhu badan siswa agar siap melakukan olahraga.

Permainan tradisional banyak yang dapat diselaraskan dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan termasuk untuk pemanasan. Pendidkan jasmani di SMP materi KD 1 permainan bola besar bola basket materi lemparan satu tangan perlu memanfaatkan pemanasan sebelum mengaplikasikannya dalam sebuah pembelajaran.

Pemanasan sangat penting dan bermanfaat bagi semua siswa dalam melakukan materi pembelajaran selanjutnya. Siswa tidak ada yang mengeluhkan terjadinya keluhan pada otot pada saat melakukan permainan bola besar di lapangan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved