Breaking News:

Berita Semarang

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang Diselenggarakan Tanpa Teatrikal

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang diselenggarakan berbeda, secara sederhana.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang secara sederhana. Upacara peringatan digelar di halaman Museum Mandala Bhakti, Kamis (14/10/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang diselenggarakan berbeda.

Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan peringatan secara sederhana. Upacara peringatan digelar di halaman Museum Mandala Bhakti, Kamis (14/10/2021) malam.

Tak ada pertunjukan teatrikal seperti tahun-tahun sebelumnya. Cerita sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang tetap disuguhkan namun hanya dibacakan oleh petugas upacara.

"Hari ini kita lakukan upacara memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang 14 - 18 Oktober 1995 dengan suasana berbeda. Lebih simpel, kecil, sederhana," ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat ditemui usai upacara 

Namun demikian, hal paling penting baginya saat peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang yakni mengingatkan warga Kota Semarang bahwa 14 Oktober 1945 lalu terjadi pertempuran yang dasyat di Kota Lunpia.

Para pahlawan mengorbankan nyawa, tenaga, pikiran, bahkan hingga darahnya bercucuran untuk mempertahankan kemerdekaan.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi pun ingin mempertahankan upaya perjuangan itu dengan kondisi yang berbeda.

"Dulu mempertahankan kemerdekaan, hari ini bagaimana bisa lepas dari persoalan Covid-19," katanya.

Menurutnya, tidak hanya lepas pandemi dari sisi kesehatan namun juga sosial, budaya, dan ekonomi harus bisa bangkit.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama serta kembali beraktivitas sesuai protokol kesehatan agar ekonomi di ibu kota Jawa Tengah bisa bangkit.

Dia mengajak silaturahmi yang sempat terputus kembali berjalan dengan protokol kesehatan ketat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar menambahkan, peringatan kali ini memang berbeda.

Pihaknya tidak mengadirkan veteran seperti tahun sebelumnya mengingat ada beberapa veteran yang sedang sakit.

"Kami doakan, kami silaturahmi dengan mereka," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved