Breaking News:

Berita Semarang

Siloam Hospitals Semarang Adakan CSR Pelatihan P3K untuk Pengemudi Ojol

Rumah Sakit Siloam Semarang mengadakan kegiatan CSR dengan melakukan edukasi kepada Ojol.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Siloam Hospitals Semarang Adakan CSR berupa pelatihan P3K untuk Pengemudi Ojol Semarang. Kegiatan dilaksanakan di Resto Kang Tjahyo jalan Kompol Maksum dengan menggandeng komunitas Grab Kota Semarang, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah Sakit Siloam (Siloam Hospitals) Semarang mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melakukan edukasi kesehatan dan praktek penanganan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas untuk para pengemudi ojek online (Ojol), Rabu (13/10/2021).

Kegiatan tersebut digelar di Resto Kang Tjahyo jalan Kompol Maksum dengan menggandeng komunitas Grab Kota Semarang.

Direktur Siloam Hospitals Semarang dr Adrian Maleakhi Husada menyatakan, kegiatan CSR ini diselenggarakan sebagai wujud partisipasi Siloam Hospitals Semarang dalam mengedukasi masyarakat terkait Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Menurutnya, edukasi terkait P3K penting dilakukan terutama bagi pengemudi Ojol yang setiap harinya beradu nasib di jalan raya.

"Ini sangat penting untuk pengemudi atau driver. Kami ingin partner Grab ini tahu ketika ada suatu hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, pingsan atau lainnya terjadi pada customer dari grab maka merekalah yang menjadi andalan untuk tidak memperparah kecelakaan atau bisa membatu semaksimal mungkin sebelum ambulans atau tim medis datang. Jadi peran teman-teman Grab sangat penting untuk tidak memperparah pasien," kata dr Adrian di sela acara.

Program CSR terkait P3K ini diinisiasi oleh Siloam Hospitals group. Adapun di Semarang, Adrian melanjutkan, kali ini berkesempatan untuk memberikan pelatihan tersebut yang dalam hal ini drg Wiana R Maengkom, MARS Eksekutif Direktur Siloam Hospitals Semarang memberikan materi kepada para pengemudi Grab. Pada kesempatan itu pula, Siloam Hospitals Semarang memberikan bantuan masker kepada para pengemudi Grab baik motor maupun mobil.

"Tahun ini selain kami beri dalam bentuk pelatihan, juga ada materi yang kita berikan seperti stiker dan gantungan kunci yang ada nomor telepon kami. Nomor telepon ini dapat menjadi pesan atau pengingat, karena terkadang orang panik sehingga tidak tahu akan menghubungi kontak siapa. Dengan gantungan kunci yang ada nomor telepon kami 1500911, mereka dapat langsung menelpon untuk segera mendapat pertolongan," imbuhnya. 

Pembina Komunitas Grab Semarang, Adi Novianto menyatakan, pelatihan P3K sangat dibutuhkan para pengemudi Ojol.

Ia menyebutkan, para pengemudi yang setiap harinya berhadapan dengan jalan raya tersebut memerlukan bekal agar siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

"Kita sering menemui kejadian baik dari Grab sendiri, Ojol lain, atau masyarakat umum. Dengan pengetahuan ini, menjadi bekal kita untuk berjaga-jaga dan saling mengingatkan," ungkapnya.

Alami penurunan penumpang

Adi menambahkan, selama pandemi Covid-19 sendiri Insiden kecelakaan paling sering ditemui atau dialami pengemudi Ojol yakni batu yang menyebabkan terjatuh.

Menurutnya, hal itu sering terjadi saat malam hari sebab minimnya penerangan di titik tertentu.

"Paling sering dialami itu waktu antar food (makanan), ada batu di tengah jalan penerangannya kurang," jelasnya.

Ia melanjutkan, saat pandemi Covid-19 ini pergerakan pengemudi Ojol turut berkurang.

Hal itu turut berpengaruh pada pendapatan pengemudi yang menyusut hingga 50 persen.

"Sebelum pandemi istilahnya kami 'ngalong' sampai subuh. Sekarang dibatasi sampai pukul 22.00-23.00 WIB. Jadi menurunnya banyak sekali, hampir 50 persen. Pendapatan saat ini terbantu (grab) food yang rata-rata masih bisa mengantarkan 10-15 pesanan. Kalau penumpangnya berkurang," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved