Berita Video
Video Kampung KB Gadis Tegalreja Cilacap Kini Bersih dan Aman Untuk Ditinggali
Menyandang predikat kampung kumuh tidak membuat warga di Kelurahan Tegalreja Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, terpuruk.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Berikut ini Video Kampung KB Gadis Tegalreja Cilacap Kini Bersih dan Aman Untuk Ditinggali.
Menyandang predikat kampung kumuh tidak membuat warga di Kelurahan Tegalreja Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, terpuruk.
Kesadaran bersama menjadi kunci perubahan besar dalam menata gaya hidup agar menjadi kampung ideal, nyaman, dan aman ditinggali.
Berbagai persoalan rumit terkait kehidupan sosial mesti dihadapi warga di Kelurahan Tegalreja, seperti mabuk-mabukan, tawuran, hingga perjudian.
Entah sudah berapa kali warga menerima laporan para pemuda yang tergeletak di pinggir rel kereta dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan bau alkohol.
Lebih parahnya lagi terkadang ada yang bernasib buruk karena tewas tertabrak kereta api dalam keadaan mabuk.
Jarak rumah warga dengan perlintasan rel kereta api memang tidak jauh, kurang lebih hanya 10 - 15 meter saja.
Sementara di sepanjang pinggiran rel kereta api itu dulunya dipenuhi dengan rumput ilalang yang tinggi sehingga menambah kesan semrawut.
Tidak heran, kaum muda-mudi kerapkali memanfaatkannya sebagai tempat berpacaran dan bercengkerama.
Bukan hanya masalah sosial, kesehatan para warganya bisa dikatakan buruk karena sering ditemukan kasus Demam Berdarah (DBD) di kampung itu.
Kondisi itu sungguh tidak menggambarkan kampung yang penuh keteraturan, kebersihan dan ketentraman.
Namun siapa sangka wilayah itu kini bermetamorfosis bagaikan oase di tengah perkotaan Cilacap yang gersang.
Inilah Kampung KB GADIS (Guyub Aman Damai Indah Sejahtera) yang telah sampai pada kesadaran kolektif melakukan lompatan besar kehidupan yang lebih baik.
Kerja keras itu terbukti pada 2019 yang lalu, saat Kampung KB GADIS di Kelurahan Tegalreja Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, menyandang Juara 1 Kampung KB Percontohan Tingkat Nasional Tahun 2019.
Pembina Kampung KB GADIS, Suldi bercerita pada 2017 menjadi titik balik rasa kejenuhan warga yang memuncak karena merasa suasana kampung sudah tidak nyaman.
Dukungan dari CSR Pertamina Refinery Unit IV Cilacap menjadi booster agar kampung yang dulunya kumuh, disulap menjadi kampung idaman.
"Dulunya hampir setiap malam, sering sekali anak muda mabuk-mabukan, pacaran, duduk-duduk di rel kereta yang gelap.
Sebenarnya mereka bukan warga asli sini, kebanyakan dari luar wilayah Tegalreja.
Tetapi karena nongkrongnya disini sepanjang rel kereta jadi banyak yang menganggap itu warga kita, sehingga pandangan warga lain sudah buruk," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (7/10/2021).
Perlahan kehidupan warga Tegalreja berubah, seiring dengan usaha memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Sejumlah bantuan peralatan diberikan CSR Pertamina seperti, lima alat bertanam ala hidroponik, lima gerobak untuk berjualan, mesin jamu, hingga mesin pencacah sampah.
Bukan hanya alat-alat berupa mesin, pembekalan dan berbagai pelatihan hampir setiap dua bulan sekali diberikan.
Bantuan dari CSR Pertamina itu bukannya tanpa alasan, warga diberikan pelatihan agar sedikit demi sedikit terlepas dari berbagai persoalan sosial.
Contohnya bagaimana mengelola sampah rumah tangga dengan baik supaya lingkungan tidak kumuh.
"Dengan didukung alat-alat kami menjadi lebih bersemangat.
Sekarang tempat sampah bahkan bisa untuk hajatan, karena begitu bersihnya.
Setelah dipilah-pilah setiap paginya kondisi TPA langsung bersih, dan bisa untuk berlatih karawitan anak-anak," terangnya.
Rumput ilalang sepanjang pinggiran rel kereta itu kini diubah menjadi instalasi hidroponik dan ditanami tanaman seperti pokcoy, cabai, selada dan lain sebagainya.
Bahkan ada pula warga yang memilih berternak unggas seperti burung dara.
Sekretaris Tim Penggerak - PKK Kampung KB GADIS, Kasiatun (55) mengatakan tanaman organik hasil dari instalasi hidroponik dikonsumsi warga sendiri.
"Tanaman seperti pokcoy dipanen 2 bulan sekali, biasanya dijual kepada warga kita, kalau berlebihan baru kita jual keluar desa," katanya.
Mereka juga biasanya menerima pesanan jus sehat pokcoy yang dikombinasikan dengan berbagai buah dalam kemasan 250 ml.
"Kalau jus biasanya tergantung pesanan supaya tetap fresh, rata-rata 50-100 botol per bulan," imbuhnya.
Dikenal daerah paling kumuh dan hubungan sosial warganya yang buruk, Kampung KB Gadis Tegalreja kini tidak lagi sama.
Gambaran suram itu tidak nampak lagi, bahkan di sepanjang pinggir rel kereta api sangat asri karena ditanami berbagai tanaman hias.
Dampaknya sangat terasa terutama pemuda yang hidup menjadi lebih tertib, kejahatan berkurang, perjudian sudah tidak ada lagi.
Kesehatan warga meningkat dan jarang ada warga yang sakit, keamanan juga baik karena tidak ada anak yang tongkrongan dan mabuk-mabukan.
Berkat kesadaran kolektivitas warga dibantu pula dari CSR Pertamina, Kampung KB GADIS layak menyabet Juara Kampung KB Tingkat Nasional 2019.
Bahkan Kampung KB GADIS sering dijadikan studi banding, daerah-daerah lain di Indonesia.
"Banyak yang orang studi banding kesini tertipu dengan nama Kampung Gadis, tapi nyatanya kalau kesini bukan gadis melainkan ibu-ibu tua yang menyambut," tambahnya. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :