Breaking News:

Berita Sragen

Gedung Karantina Covid-19 di Sragen Kosong dan Vaksin Capai 71 Persen, Bupati Berencana Buka Nimas

Gedung karantina pasien positif Covid-19 tanpa gejala di Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen tidak berpenghuni hingga hari ini

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara door to door di Kecamatan Ngrampal Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Gedung karantina pasien positif Covid-19 tanpa gejala di Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen tidak berpenghuni hingga hari ini, Jumat (15/10/2021) siang.

Selain itu, satu gedung karantina lagi di Technopark Ganesha Sukowati Sragen hanya diisi 7 pasien positif Covid-19 tanpa gejala dari kapasitas 400 kamar.

Kasus aktif harian sendiri di Kabupaten Sragen terus mengalami penurunan, per Kamis malam hanya ada tambahan dua kasus aktif.

"Gemolong (gedung karantina) saat ini tidak ada orang yang menjalani karantina. Di Technopark Sukowati hanya tujuh orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto kepada Tribunjateng.com.

Tidak hanya gedung karantina pasien positif tanpa gejala, tempat tidur isolasi di RS hanya terisi lima pasien positif Covid-19 dari kapasitas 351 kamar. Sementara tempat tidur ICU terisi 2 dari kapasitas 25 kamar.

Meskipun tempat karantina di Desa Kragilan kosong, Hargi mengatakan tempat karantina tidak akan ditutup. Hingga saat ini masih ada tenaga medis yang bertugas di sana.

"Tidak akan ditutup, di sana juga masih ada petugasnya yang berjaga. Hanya saja jika terus kosong kemungkinan nakes akan ditarik membantu percepatan vaksinasi," lanjut Hargi.

Terus turunnya kasus Covid-19, dikatakan Hargi membuat pihaknya terus mengejar vaksinasi kepada masyarakat umum. Vaksin diyakini dapat mengurangi kesakitan atau efek dari Covid-19.

Selain percepatan vaksinasi, Hargi mengatakan pihaknya akan mengantisipasi lonjakan kasus dengan Perda tentang pelanggaran Prokes yang saat ini masih dibahas.

"Antisipasi kita nanti ada Perda Prokes, karena Prokes sangat penting. Vaksinasi kita kebut, proses pengendalian 3T testing, tracing, treatment terus dilakukan," kata Hargi.

Capaian vaksinasi sendiri per Jumat pagi, dikatakan Hargi telah mencapai 71,49 persen dengan jumlah lansia yang telah divaksin mencapai 61,23 persen.

Night Market Sukowati (Nimas)

Terus turunnya kasus Covid-19 ini membuat Pemkab Sragen berencana membuka Nimas.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Nimas rencananya akan dibuka pekan depan.

"Nimas paling Minggu depan akan mulai kita buka. Dibarengi dengan vaksinasi sudah mencapai 70 persen lebih dan PPKM diharapkan bisa naik ke level 1," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved