Breaking News:

BERITA JATENG

Gibran Jelaskan Inovasi Andalan Pemkot Solo di Depan 9 Juri KIPP Jateng

Inovasi-inovasi terbaik di jajaran kabupaten, kota dan satuan OPD Pemprov Jateng bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam seleksi Top 40

Penulis: Erwin Ardian | Editor: Erwin Ardian
TRIBUNJATENG
Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memberikan penjelasan kepada Juri dalam wawancara top 40 KIPP Jateng Jumat (15/10) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Inovasi-inovasi terbaik di jajaran kabupaten, kota dan satuan OPD Pemprov Jateng bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam seleksi Top 40 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah 2021.

Baca juga: Buktikan Kemudahan Layanan PLN, ESDM Ajak Masyarakat Instal Aplikasi PLN Mobile

Baca juga: Not Angka Pianika Sheila On 7 Kita dan Kau Bisikkan Kata Cinta

Baca juga: Sinopsis Pele Birth of a Legend Bioskop Trans TV Pukul 00.00 WIB Kisah Pemain Bola Legendaris

Baca juga: Bupati Kendal Apresiasi Kerja Sama Ponpes Al Mawa dan PKBM Bina Warga Pegandon

Tahapan seleksi wawancara berlangsung secara virtual di Gedung B Lantai 5 kawasan Kantor Pemprov Jateng, Jumat (15/10).

Sembilan juri dari berbagai profesi dan disiplin ilmu menguji katangguhan inovasi-inovasi yang lolos dalam seleksi top 40. Juri yang menilai dan menyeleksi para innovator diantaranya datang dari kalangan akademisi, lembaga masyarakat dan wartawan. Pemkot Surakarta menjadi peserta istimewa, karena Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka langsung menjelaskan inovasi andalan Pemkot Surakarta yakni Bela Sungkawa Kirim Akta Kematian. 

“Pandemi Covid-19 menuntut percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik sehingga mampu merespon secara cepat kebutuhan masyarakat, untuk itu pemerintah Kota Solo melakukan berbagai upaya dalam rangka mendorong tumbuhnya model pelayanan yang inovatif, dapat menginspirasi, menjadi contoh dan dapat ditransfer, inovasi belasungkawa kirim akta kematian ini terobosan pelayanan publik yang mudah cepat gratis dalam pengurusan akta kematian,” jelas Gibran dalam wawancara virtual yang dilakukan panitiua KIPP di .

Gibran menjadi kepala daerah kedua di Jateng yang tampil menjelaskan inovasi di wilayahnya. Sebelumnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq juga tampil bersama jajarannya untuk menjelaskan inovasi dari Kabupaten Pekalongan Junjang Adminduk (Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan desa oleh Fasilitator Administrasi Kependudukan Desa untuk Mendekatkan Penanganan).

Menurut Juri KIPP Jateng Muhamad Bisri, inovasi  Disdukcapil Kota Surakata perlu dikembangkan agar penerbitan akta kematian bisa terbit tanpa permohonan.

“Satu hal yang tak kalah penting adalah pemanfaatan data terkait penyebab kematian sebagai bahan pengambilan kebijakan, misalnya jika  kematian sebagian besar disebabkan karena penyakit jantung maka perlu ada kebijakan daerah menyikapinya,” ujarnya.

Bisri menambahkan, KIPP Jateng yang telah berlangsung kali ke-4 telah mendorong kabupaten/kota dan OPD Provinsi melahirkan inovasi pelayanan public yang semakin berkualitas setiap tahunnya.

Tahapan wawancara Top 40 KIPP Jateng berlangsung selama 4 hari mulai Selasa (12/10) hingga Jumat (15/10). Dari seleksi nantinya akan dipilih 20 inovasi terbaik yang akan mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Total ada 221 inovasi yang mengikuti kompetisi tahun ini. (ear)

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini 15 Oktober 2021 Turun Rp 2.000 Per Gram, Ini Daftar Lengkapnya

Baca juga: Pemkab Jepara Berkolaborasi Percepat Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Asyik Selfie di Tengah Rel Padahal Sudah Diingatkan, Wanita di Banyumas Tewas Tersambar Kereta Api

Baca juga: Direktur TV yang Ditangkap karena Hoaks Aktif di YouTube, Kontennya Singgung Sejumlah Tokoh TNI

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved