Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Anggota Polisi Dikeroyok Gerombolan Pemuda Mabuk, Berawal dari Teguran

Seorang anggota polisi di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban pengeroyokan. Perstiwa itu bermula saat korban menegur sekelompok pemuda

Tayang:
Editor: m nur huda
Dok. Polres Dompu
PENGANIAYAAN: Polisi berinisial S menjadi korban pengeroyokan dan mendapat perawatan intensif, di Dompu, NTB, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, NTB - Seorang anggota polisi di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban pengeroyokan.

Kasus polisi dikeroyok ini bermula saat korban menegur sekelompok pemuda yang mabuk di depan toko korban.

Pelaku yang tak terima ditegur kemudian menganiaya korban dengan batu.

Sejumlah enam pelaku pengeroyokan telah diamankan, sedangkan dua lainnya masih buron.

Adapun, peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/10/2021) pukul 17.40 Wita.

Insiden tersebut terjadi di Cabang Banggo, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Peristiwa pengeroyokan tersebut berawal saat korban sedang berada di dalam rumahnya.

Dia mendengar ada suara anak-anak muda sedang teriak di depan rumahnya.

Kemudian korban keluar dari rumah.

Setelah berada di luar rumah, korban melihat sekelompok anak muda sedang duduk sambil minum minuman keras di depan toko milik korban.

Korban pun menghampiri anak muda tersebut dan melarang mereka.

Bukannya pergi, sekelompok anak muda itu balik marah.

Dengan kata-kata seperti, “Apa Urusan Kamu Larang-larang Kami.”

Kemudian sempat terjadi cekcok mulut korban anak para pemuda tersebut.

Korban melarang mereka tidak minum minuman keras didepan rumahnya.

Karena tidak terima ditegur, salah seorang dari kelompok anak muda tersebut mengambil sebuah batu yang berada di sekitar lokasi.

Dia langsung memukul korban sebanyak tiga kali.

Dua kali mengenai kepala sebelah kiri korban dan sekali mengenai punggung korban.

Melihat kejadian itu, warga berdatangan dan sebagian pemuda berhasil di amankan masyarakat setempat.

Terkait hal itu, Kapolres Dompu melalui Kapolsek Manggalewa Iptu Abdul Malik membenarkan peristiwa tersebut.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka robek di kepala dan dijahit sebanyak 8 jahitan.

Serta bengkak dan memar akibat pukulan batu.

Begitu mendapat laporan dari masyarakat terkait peristiwa tersebut, dia memerintahkan anggotanya menuju lokasi dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku pengeroyokan.

Kedua pelaku tersebut sempat dihajar massa di lokasi.

Saat diamankan keduanya sempat melakukan perlawanan terhadap petugas.

Bahkan mencoba melarikan diri, tetapi berhasil tangkap kembali.

Kemudian keduanya dibawa ke markas Polres Dompu.

”Terkait dua pelaku yang masih buron, kami akan tetap melakukan pengejaran,” tutupnya.

Pukul 18.10 Wita, Kapolsek Manggelewa Iptu Abdul Malik di TKP melakukan penggalangan terhadap tokoh masyarakat dan keluarga korban.

Selain itu, Kapolsek langsung memerintahkan Anggota Polsek Manggelewa mencari dan mengamankan pelaku lain yang melarikan diri.

Berkat kerja keras anggota Polsek Manggelewa dan Tim Puma Polres Dompu, para pelaku berhasil ditangkap sebanyak 6 orang.

Sementara dua orang lainnya masih buron.

Keenam pelaku tersebut masing-masing berinisial DS (19), dari Desa Anamina.

Kemudian F (17) dari Desa Anamina, F (21) juga Desa Anamina.

Selajutnya RO (17), dari Desa Soriutu.

TH (19), dari Desa Anamina, AD (16), dari Desa Soriutu.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Tegur Pemuda Mabuk, Anggota Polisi di Dompu Dikeroyok hingga Luka Parah

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved