Breaking News:

Berita Salatiga

FEB UKSW Salatiga Jalin Kerjasama dengan IKPI

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara SE MSc PhD, dengan Ketua Umum IKP

Penulis: hermawan Endra | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKSW, Prof Dr Theresia Woro Damayanti SE MSi Ak CA menyerahkan MoU kepada Ketua IKPI Cabang Semarang, Jan Prihadi Surjawidjaja SE CA BKP, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menjalin kerjasama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara SE MSc PhD, dengan Ketua Umum IKPI Drs Mochamad Soebakir, kemarin.

Adanya kerjasama tersebut, nantinya anggota IKPI akan menjadi dosen tamu di UKSW. Dengan begitu, akan menambah wawasan mahasiswa program S-1 dan Magister sehingga memiliki pemahaman yang utuh berkaitan dengan perpajakan.

Ketua Departemen Akuntansi sekaligus Kaprodi Magister Akuntansi FEB UKSW, Prof Dr Theresia Woro Damayanti SE MSi Ak CA mengatakan, tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk mendidik mahasiswa dalam memahami segala sesuatu tentang informasi perpajakan dari para praktisi di lapangan yang tergabung dalam IKPI.

"Kami ingin menggabungkan pengalaman secara teoritis dan praktis kepada mahasiswa supaya mereka memiliki pemahaman yang utuh dari IKPI. Sebab informasi perpajakan yang didapat dari para akademisi dan IKPI pasti berbeda baik secara teori maupun praktik di lapangan. Ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa," katanya, dalam rilis, Jumat (15/10/2021).

Untuk mendapatkan wawasan baru dan pengalaman berharga tersebut, dalam MoU yang diinisiasi oleh Departemen Akuntansi FEB UKSW tersebut, mereka juga mengundang IKPI untuk memberikan kuliah tamu.

"Sebagai salah satu pengejawantahan MoU tersebut, kami menggelar seminar yang wajib diikuti oleh mahasiswa tentang peraturan terbaru Harmonisasi Peraturan Perpajakan & Tax Amnesty Jilid 2 dengan pembicara Vaudy Starworld dari Konsultan Pajak & Ketua Departemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan IKPI," ujarnya.

Ketua IKPI Cabang Semarang, Jan Prihadi Surjawidjaja SE CA BKP menuturkan, sebagai salah satu konsultan pajak tertua dan yang pertama di Indonesia, IKPI ingin membantu pemerintah dalam hal penerimaan pajak sekaligus mengedukasi masyarakat atau wajib pajak supaya pemahaman terhadap sistem perpajakan di Indonesia meningkat.

"Terkadang teori dan praktik di lapangan tidak sejalan. Namun begitu, yang menjadi pedoman utama adalah peraturan perpajakan dan bagaimana kami membagikan pengalaman serta informasi tentang pajak kepada mahasiswa dan masyarakat," Katanya.

Diungkapkannya, salah satu permasalahan yang masih dihadapi terkait perpajakan adalah penerapan aplikasi sistem pajak yang belum bisa dilaksanakan sepenuhnya di daerah. Hal itu terungkap saat pertemuan dengan Komisi Pengawasan Pajak di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Berbeda dengan di Jakarta, belum semua orang bisa memakai aplikasi perpajakan terutama untuk di daerah-daerah. Selain itu juga masih ada perbedaan penafsiran atau pemahaman terkait peraturan pajak. Oleh karena itu, IKPI ingin menjembatani dan bisa membantu masyarakat, akademisi maupun asosiasi dalam menyampaikan usulan-usulan, masukan atau kendala-kendala tersebut kepada Dirjen Pajak. Begitu pun sebaliknya," katanya.

IKPI, lanjutnya, juga bisa membantu Dirjen Pajak dalam menyampaikan informasi terkait peraturan-peraturan yang kalimatnya sulit dipahami oleh masyarakat untuk diterjemahkan supaya lebih mudah dipahami. 

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved