Breaking News:

Astra Motor Jateng

Ini Dia Fitur Aman Motor Sport Honda, Susah Nukik Walau Rem Keras

Seorang pengendara dapat dikatakan mahir bila berhasil menguasai dan mengontrol kendaraannya untuk menjaga keseimbangan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Teknologi ahli SFF-BP ini telah Honda aplikasikan ke motor CBR150R dan CB150R dalam upaya meningkatkan teknologi perangkat keselamatan berkendara agar lebih menyenangkan dikendarai 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG  – Seorang pengendara dapat dikatakan mahir bila berhasil menguasai dan mengontrol kendaraannya untuk menjaga keseimbangan, pengereman, gas, dan bermanuver.

Bisa dikatakan, kunci utama yang mutlak harus dikuasai oleh pengendara adalah kemampuan menjaga keseimbangan.

Penguasaan gas juga perlu diperhatikan karena berfungsi untuk mengatur kebutuhan tenaga dan kecepatan putar dari mesin ke roda.

Begitu pula dengan bermanuver sebagai aksi mengendalikan arah serta pergerakan sepeda motor, dan terakhir teknik mengerem untuk menurunkan laju kendaraan dengan terkendali.

Membahas lebih dalam, ternyata rem memiliki peran penting karena berfungsi untuk menjaga keseimbangan, mengendalikan kecepatan saat menghadapi belokan atau akan menikung, pengereman untuk berhenti, dan untuk melakukan pengereman keras.

Seperti yang kita pahami, bahwa teknik berkendara untuk menjaga keseimbangan dan mengendalikan kecepatan cukup menggunakan rem belakang.

Adapun rem depan harus digunakan jika waktu dan jarak pengereman yang dibutuhkan lebih pendek.

Oke Desiyanto, selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengatakan sangat perlu diperhatikan, saat kondisi pengereman untuk berhenti dan kondisi pengereman yang keras, harus dilakukan rem bersamaan belakang dan depan dengan gaya pengereman yang lebih kuat diroda depan.

"Sebab, suspensi depan akan mengalami penambahan bobot sehingga motor akan cenderung menukik (dive) karena dorongan dari badan motor, bobot pengendara, dan gaya inersia dimana beban tersebut akan menuju ke ban depan melalui suspensi depan," jelasnya.

Hal ini akan membuat suspensi depan mengalami stress atau tekanan kuat akibat beban bertambah yang mengakibatkan suspensi depan memendek

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved